Sabtu, 8 Agustus 2026
BerandaDaerahSikapi Harga Telur Anjlok dan Pakan Melambung, DPRD Magetan Fasilitasi Audensi Peternak...

Sikapi Harga Telur Anjlok dan Pakan Melambung, DPRD Magetan Fasilitasi Audensi Peternak dengan DPR RI

-

Magetan,seputarjatim.co.id— Anggaran pakan yang terus melambung tak sebanding dengan harga jual telur di tingkat peternak. Kondisi pelik yang berlangsung sejak pasca-Lebaran ini mendorong Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Magetan menyuarakan nasib mereka lewat audiensi bersama Komisi IV DPR RI, yang difasilitasi oleh DPRD Magetan dan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Jawa Timur.

Ketua Pinsar Magetan, Surohman, mengungkapkan bahwa krisis yang dialami para peternak lokal sudah berjalan selama empat bulan berturut-turut tanpa kepastian solusi.

“Persoalan yang dihadapi peternak tak kunjung selesai. Saat ini, harga pakan terus naik setiap minggu,” ujar Surohman saat menyampaikan aspirasinya,Sabtu(08/08/2026).

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan Magetan, anjloknya harga telur di pasaran dipicu oleh perang harga serta tingginya angka produksi harian. Total produksi telur di Magetan saat ini menembus 80 ribu ton, sedangkan tingkat konsumsi lokal hanya menyerap sekitar 30 ribu ton. Sisa 50 ribu ton diandalkan untuk memasok wilayah luar daerah.

Melimpahnya stok tersebut berakibat fatal pada harga jual di tingkat peternak (farmgate), yang kini terpuruk di angka Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Angka ini jauh di bawah titik impas atau Break Even Point (BEP) ideal peternak yang berada di kisaran Rp23.500 per kilogram.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPR RI Riyono Caping menegaskan pentingnya intervensi langsung dari pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi sekadar memberikan imbauan pasif, melainkan harus mengeksekusi langkah nyata.

Riyono membeberkan dua opsi penanganan cepat yang akan segera direalisasikan yaitu Kementerian terkait dijadwalkan mulai melakukan penyerapan atau pembelian ternak yang sudah afkir mulai pekan depan untuk mengurangi beban operasional peternak, Pembatasan populasi secara ketat dengan cara menghentikan penerbitan izin pembangunan kandang ayam petelur skala baru.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan surplus produksi di pasar sehingga harga telur perlahan merambat naik menuju batas wajar.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru