Magetan,seputarjatim.co.id – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu (20/5/2026), Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra (PBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan menggelar festival bertajuk “Suara Sastra”. Acara yang sarat dengan kreativitas mahasiswa ini diintegrasikan dengan program edukasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan mutu pendidikan regional.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Unesa Kampus 5 Magetan, Riki Nasrullah, mengungkapkan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah ekspresi sekaligus pembuktian kompetensi mahasiswa di luar ruang kuliah formal.
Rangkaian kegiatan “Suara Sastra” dibuka sejak pagi hari dengan memamerkan sedikitnya 90 karya puisi hasil kurasi mandiri mahasiswa PBS angkatan 2025. Tema yang diusung berfokus pada semangat kebangkitan nasional, menyelaraskan momentum historis 20 Mei dengan refleksi generasi muda saat ini.
“Kami menginstruksikan setiap mahasiswa angkatan pertama yang berjumlah 90 orang untuk memproduksi minimal satu puisi. Melalui pameran ini, kami ingin menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar memproduksi karya literasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” ujar Riki saat ditemui di lokasi acara, Rabu (20/5).

Tidak berhenti pada pameran, Unesa juga membekali mahasiswa dengan aspek praktis melalui lokakarya penulisan kreatif pada pukul 10.00 WIB. Demi mendongkrak kualitas karya mahasiswa, pihak kampus mendatangkan pakar literasi langsung dari Universitas Surabaya.
“Target kami adalah memberikan ruang ekspresi yang merdeka. Mahasiswa tidak hanya dicekoki teori di kelas, melainkan langsung dibimbing untuk menelurkan karya yang berkualitas tinggi,” tambahnya.
Di saat yang bersamaan, Unesa Kampus 5 Magetan juga menunjukkan komitmen sosialnya melalui pelaksanaan pelatihan bagi para tenaga pendidik. Langkah ini diambil sebagai respons atas mandeknya capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sejumlah satuan pendidikan.
Guna mengatasi persoalan tersebut, prodi PBS merangkul sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah Mataraman, meliputi Kabupaten Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi
Dalam agenda ini, para guru dilatih secara intensif untuk menyusun instrumen soal TKA yang berstandar tinggi dan berkualitas. Riki menegaskan, peningkatan kualitas soal di tingkat sekolah diharapkan mampu mendongkrak performa dan skor TKA siswa secara signifikan saat ujian formal.
“Goal utamanya adalah eksistensi kampus harus memberikan dampak nyata (impactful) bagi lingkungan sekitar. Itulah mengapa kami menggandeng sekolah-sekolah di wilayah Magetan, Madiun, Ponorogo, hingga Ngawi untuk terlibat dalam pelatihan TKA ini,” tegasnya.
Kemeriahan festival “Suara Sastra” diproyeksikan akan terus berlangsung hingga malam hari. Sebagai puncak acara, seluruh mahasiswa angkatan pertama yang berjumlah 90 personel dijadwalkan tampil dalam pertunjukan seni musikalisasi puisi.
Pertunjukan seni ini dikonsep secara terbuka. Pihak panitia turut mengundang masyarakat umum dan warga sekitar kampus untuk hadir menikmati sajian estetika sastra, bahkan memberikan ruang bagi publik jika ingin ikut serta unjuk gigi di atas panggung.(ryn)



