Magetan,seputarjatim.co.id – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyalurkan bantuan sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Penyerahan bantuan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tersebut dipusatkan di Pendopo Kelurahan Tawanganom, Rabu (20/5/2026).
Bupati Magetan yang akrab disapa Bunda Nanik menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemensos RI atas kepedulian yang terus dialirkan bagi pemenuhan hak-hak kelompok rentan di wilayahnya.
“Bantuan sosial ini merupakan bagian dari langkah nyata rehabilitasi, perlindungan, serta pemberdayaan bagi PPKS. Komitmen kami jelas, kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga Magetan yang telantar atau tidak terpenuhi hak-hak sosial dasarnya,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Magetan, Elmy Kurniarto Widodo, meminta para penerima manfaat untuk menjaga dan merawat bantuan yang telah didistribusikan. Ia juga memastikan proses pemanfaatan bantuan ini akan terus dikawal oleh jajarannya di lapangan.
“Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir dalam pemanfaatan alat bantuan ini, karena di wilayah Magetan ada pilar-pilar sosial yang selalu siap sedia melakukan pendampingan,” tutur Elmy.
Perwakilan dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sartono, memaparkan bahwa alokasi bantuan berbasis dana APBN kali ini menyasar 107 warga. Paket bantuan yang diserahkan bervariasi, mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik dasar hingga peminjaman alat bantu khusus fisik.
Sartono menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan saja. Tim teknis akan melakukan pemantauan berkala guna memastikan intervensi pembiayaan negara ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami berharap bantuan ini dikelola dengan sebaik-baiknya oleh penerima. Proses monitoring akan terus kami jalankan agar program ini benar-benar memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup masyarakat,” kata Sartono.
Distribusi bantuan ATENSI ini membawa angin segar bagi para penerima manfaat yang mayoritas berjuang di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi.
Salah satu cerita datang dari Suharni (43), warga Dusun Jombo, Desa Pragak, Kecamatan Parang. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan mesin jahit yang diterimanya untuk menyokong usaha konveksi kecil-kecilan bersama suaminya yang merupakan penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Bantuan alat jahit ini sangat membantu menopang kelangsungan usaha keluarga kami. Harapannya program kemanusiaan seperti ini terus berlanjut karena masih banyak warga rentan yang membutuhkan uluran tangan pemerintah,” ungkap Suharni.
Rasa haru juga dirasakan oleh Miran, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Karas. Setelah bertahun-tahun mengalami keterbatasan mobilitas akibat kecelakaan lalu lintas tahun 1982 yang memaksa kakinya diamputasi, kini Miran menerima bantuan kaki palsu. Sebelumnya, ia juga sempat dibantu lewat program kursi roda.
“Dengan kaki palsu baru ini, saya berharap bisa kembali berjalan mandiri dan beraktivitas lebih baik. Terima kasih kepada Pemkab Magetan yang terus hadir memberikan ruang optimisme bagi kelompok disabilitas,” pungkas Miran.(ryn)



