Magetan ,seputarjatim.co.id – Ribuan pelajar di Kabupaten Magetan melakukan aksi literasi massal hari ini, Selasa (12/5/2026). Dalam tajuk “Gerakan Menulis Surat Terbuka kepada Bupati Magetan”, para siswa tingkat SD dan SMP berbondong-bondong menuangkan aspirasi mereka di atas kertas untuk ditujukan langsung kepada orang nomor satu di Magetan, Nanik Sumantri.
Salah satu pesan kuat muncul dari Katon Ageng Pangestu, siswa kelas VII SMP Negeri 4 Magetan. Dalam suratnya, Katon menyoroti pentingnya regenerasi budaya di lingkungan sekolah. Ia merasa cemas jika kesenian tradisional Jawa perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda.
“Magetan kaya akan budaya. Saya berharap kesenian dan budaya Jawa semakin dikenalkan di sekolah-sekolah agar tidak punah,” tulis Katon dalam pesan terbukanya.
Gerakan kolaboratif antara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan Disdikpora ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 4 Magetan, Sukadi, menilai aksi ini bukan sekadar tugas menulis biasa, melainkan media bagi siswa untuk melatih daya kritis.
“Gerakan ini melatih anak untuk berani menyampaikan pendapat dan memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan pendidikan di Magetan,” ujar Sukadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris MKKS SMP Kabupaten Magetan.
Selain menjadi wadah aspirasi, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjalankan Peraturan Bupati (Perbud) Nomor 20 Tahun 2018. Aturan tersebut menekankan peran lembaga pendidikan dalam memperkuat literasi dan mengukuhkan citra Magetan sebagai “Bumi Literasi”.
Sukadi menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan kali ini menargetkan sekitar 2.000 siswa SMP terlibat aktif.
Tulisan terbaik dari jenjang SD dan SMP akan dipilih secara ketat.
Pemenang akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk membacakan surat mereka langsung di hadapan Bupati Nanik Sumantri pada puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 25 Mei 2026 mendatang.
Melalui gerakan ini, diharapkan lahir generasi baru di Magetan yang tidak hanya mahir secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kecintaan terhadap identitas budaya lokal.(ryn)



