Magetan,seputarjatim.co.id — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pengembangan Kampus 5 di Kabupaten Magetan serta Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah strategis ini diambil guna memperluas akses pendidikan tinggi bermutu sekaligus mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyatakan bahwa keberadaan kampus di Magetan dirancang khusus (by design) untuk merespons tingginya kebutuhan daerah akan pendidikan berkualitas. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) berkelas dunia, UNESA memikul tanggung jawab moral untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Jawa Timur.
“Pengembangan kampus di Magetan adalah bentuk jawaban kami atas tuntutan bangsa dan negara. Kami ingin makin banyak masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Prof. Nurhasan.
Tingginya minat masyarakat terhadap UNESA terlihat dari melonjaknya jumlah pendaftar yang mencapai 151.000 calon mahasiswa pada tahun ini. Namun, karena keterbatasan daya tampung sarana serta prasarana, UNESA hanya dapat menerima 20.000 mahasiswa baru.
Prof. Nurhasan menyampaikan permohonan maaf kepada 131.000 pendaftar yang belum bisa tertampung, seraya memastikan bahwa institusinya terus berbenah meningkatkan kapasitas SDM dan fasilitas penunjang. Kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas UNESA juga dibuktikan dengan penunjukan langsung oleh Presiden sebagai satu-satunya PTN yang diberi ruang untuk membuka kampus di IKN (Kampus 6), di samping rencana pembentukan Kampus 7 di Jakarta.
Meski mendapat banyak permintaan kerja sama dari berbagai daerah, UNESA memilih untuk tetap fokus memperkuat operasional Kampus 5 Magetan dan pembangunan Kampus IKN. Saat ini, UNESA mengelola total enam kampus yang tersebar di Surabaya (Kampus 1–4), Magetan (Kampus 5), sidoarjo dan IKN (Kampus 6) serta di Jakrta (kampus 7 ).
Di tingkat global, reputasi UNESA terus menunjukkan peningkatan signifikan,unesa Peringkat Dunia (Times Higher Education/THE): Berada di posisi 401+ dunia, Capaian SDG 5 (Kesetaraan Gender): Meraih peringkat 36 dunia.
“Yakinlah, tidak ada kepentingan lain selain memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami menjaga betul standar kualitas agar bangsa ini siap menjadi negara besar berkelas dunia pada 2045,” pungkasnya.(ryn)



