Rabu, 12 Agustus 2026
BerandaPeristiwaTembus Pasar Global, Desa Sumbersawit Gandeng UNESA Digitalisasi Wisata Aditirta Berbahasa Inggris

Tembus Pasar Global, Desa Sumbersawit Gandeng UNESA Digitalisasi Wisata Aditirta Berbahasa Inggris

-

Magetan,seputarjatim.co.id-Sebuah terobosan berani dalam dunia pariwisata daerah tengah menjadi sorotan publik dan mendadak viral di media sosial. Desa Sumbersawit, sebuah desa asri yang terletak di Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, baru saja meluncurkan langkah strategis untuk membawa potensi wisata lokal mereka menembus panggung internasional. Melalui kolaborasi apik bersama civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA), desa di kaki Gunung Lawu ini resmi mengadopsi teknologi digital dan narasi berbahasa Inggris untuk mempromosikan destinasi unggulannya, Wisata Aditirta.

Inisiatif inovatif ini tidak hanya menjadi magnet perhatian publik karena gaya promosinya yang modern, melainkan juga karena pendekatannya yang mengintegrasikan edukasi agrowisata dan nilai-nilai Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Desa yang dulunya hanya dikenal oleh wisatawan lokal kini bersiap menyapa para pelancong mancanegara (globetrotter) melalui peluncuran website resmi dan eBook panduan wisata berbasis storytelling bahasa Inggris.

Kegiatan utama yang diselenggarakan adalah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berwujud workshop interaktif bertajuk “Penulisan Website dan eBook Berbahasa Inggris untuk Branding Global dan Edukasi Wisata Aditirta Desa Sumbersawit.” Program ini mencakup pelatihan penulisan narasi kreatif (storytelling), internasionalisasi promosi wisata, hingga tata cara teknis manajemen dan pengunggahan konten (upload) pada situs web desa wisata.

Sinergi ini melibatkan berbagai elemen penting lintas sektor, antara lain Prodi S1 Sastra Inggris Kampus 5 UNESA, Kepala Desa Sumbersawit beserta seluruh jajaran perangkat desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumbersawit sebagai pemegang peranan kunci pengelolaan lapangan dan penjaga kearifan lokal.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan secara langsung di kawasan Wisata Aditirta, Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini sangat strategis mengingat Desa Sumbersawit memiliki bentang alam yang indah, sumber daya air yang melimpah, serta tradisi pertanian yang masih terjaga.

Acara pelatihan dan pendampingan intensif ini berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai. Latar belakang utama dari digelarnya program ini adalah adanya keterbatasan jangkauan informasi wisata lokal. Selama ini, informasi mengenai Wisata Aditirta sebagian besar hanya menggunakan bahasa Indonesia dan dikelola secara konvensional. Hal tersebut menyebabkan potensi besar yang dimiliki Desa Sumbersawit belum mampu menjangkau wisatawan luar negeri. Tanpa digital presence dan literasi bahasa internasional, daya tarik wisata lokal akan sulit bersaing di era digitalisasi global.

Program ini dilaksanakan secara praktis, aplikatif, dan partisipatif. Para peserta yang terdiri dari anggota Pokdarwis dan pemuda desa tidak hanya mendengarkan teori di dalam kelas, melainkan diajak langsung mengidentifikasi keunggulan desa, mendokumentasikannya, menyusun narasi berdaya pikat (storytelling), lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris yang komunikatif. Selanjutnya, materi yang disusun diunggah ke platform situs web dan dikemas menjadi eBook interaktif yang siap diakses oleh publik global.

Melalui pendampingan dari Prodi S1 Sastra Inggris UNESA, narasi yang dibangun dalam eBook dan website menekankan pada pengalaman langsung. Wisatawan mancanegara kelak tidak hanya datang untuk melihat sawah atau sumber air, tetapi diajak untuk turun langsung ke lumpur, belajar mencangkul, dan menanam padi bersama petani lokal.

Korprodi S1 Sastra Inggris Kampus 5 UNESA, Suyanti Fadma, S.S., M.A., menegaskan bahwa keberadaan platform digital berbahasa Inggris merupakan kunci utama pembuka pintu gerbang internasional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan keilmuan yang kami miliki untuk mendukung pengembangan potensi lokal,” ujar Suyanti Fadma,Selasa(11/08/2026).

Ia menambahkan, “Digital presence menjadi bagian penting dari branding sebuah destinasi wisata. Kalau informasi mengenai sebuah destinasi hanya tersedia dalam bahasa Indonesia, jangkauan audiensnya tentu masih terbatas. Dengan menyediakan informasi dalam bahasa Inggris, kita membuka peluang agar Wisata Aditirta dapat ditemukan dan dipahami oleh audiens internasional.”

Langkah inovatif ini membuktikan bahwa bahasa asing dan teknologi digital bukanlah ancaman bagi budaya lokal, melainkan jembatan emas untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal Indonesia ke panggung dunia.

Keberhasilan kolaborasi antara UNESA dan Desa Sumbersawit tidak hanya bernilai berita (news value) tinggi dari segi inovasi, tetapi juga sangat relevan dengan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Program pelatihan ini menjadi sarana transfer pengetahuan (knowledge transfer) secara langsung dari perguruan tinggi kepada masyarakat desa. Melalui materi aplikatif yang diselenggarakan, Peserta diharapkan mendapatkan edukasi nonformal berkualitas tinggi yang meningkatkan kapasitas literasi digital dan bahasa asing mereka secara cuma-cuma.

Dengan terbukanya akses promosi global untuk Wisata Aditirta, jumlah kunjungan wisatawan diharapkan akan meningkat secara signifikan. Hal ini secara langsung mendorong roda perekonomian desa, membuka peluang usaha baru bagi warga lokal (seperti penyediaan homestay, pemandu wisata, UMKM kuliner, dan souvenir), serta menciptakan lapangan kerja yang layak berorientasi pada pariwisata berkelanjutan.

Inisiatif ini membantu memelihara dan melestarikan warisan budaya serta alam Desa Sumbersawit. Pengembangan pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak merusak tatanan sosial maupun lingkungan hidup masyarakat setempat, melainkan menjaga keberlanjutan tradisi bertani dan kelestarian kawasan air Aditirta.

Program PKM ini merupakan wujud nyata sinergi multi-pihak (cross-sectoral partnership). Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi (UNESA), pemerintah desa (Pemdes Sumbersawit), serta komunitas lokal (Pokdarwis) membuktikan bahwa pencapaian tujuan pembangunan daerah dapat terwujud lebih cepat melalui kolaborasi yang solid dan berkesinambungan.

Melalui pelaksanaan workshop yang terstruktur pada 11 Agustus 2026 tersebut, Desa Sumbersawit kini menatap masa depan pariwisata dengan optimisme tinggi. Gabungan antara kearifan lokal, edukasi agrowisata berbasis pengalaman, serta penguasaan teknologi komunikasi internasional menjadikan desa ini sebagai pelopor (role model) baru bagi desa-desa wisata lainnya di Indonesia.

Publik kini menantikan geliat baru Wisata Aditirta. Saat dunia luar mulai membaca kisah manis para petani Sumbersawit dalam bahasa Inggris melalui layar smartphone mereka, saat itulah Indonesia membuktikan bahwa potensi desa kecil mampu memukau dunia luar. Sinergi seperti yang ditunjukkan oleh UNESA dan Desa Sumbersawit diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi perguruan tinggi lain di seluruh tanah air untuk terus mengabdi demi kemajuan masyarakat.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru