Selasa, 26 Mei 2026
BerandaDaerahDua Tahun Dikeluhkan Pedagang, Pemkab Magetan Janji Prioritaskan Perbaikan Pasar Takeran

Dua Tahun Dikeluhkan Pedagang, Pemkab Magetan Janji Prioritaskan Perbaikan Pasar Takeran

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Keluhan para pedagang terkait kerusakan fasilitas di Pasar Takeran akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah daerah memastikan akan segera melakukan rehabilitasi terhadap bangunan pasar tradisional yang dinilai sudah tidak layak tersebut.

Langkah ini diambil setelah kondisi pasar memicu gelombang keluhan dari para pedagang, khususnya mereka yang menempati area selasar. Pasalnya, setiap kali hujan deras mengguyur, atap pasar yang bocor parah membuat pedagang terpaksa gulung tikar sementara karena lapak mereka kebanjiran.

Salah seorang pedagang, Yayuk Kristiana, membeberkan bahwa kondisi memprihatinkan ini sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun tanpa ada tindakan nyata dari pihak pengelola.

“Setiap kali hujan turun dan lapak kami bocor (trocoh), selalu saya foto dan videokan untuk dikirim ke kepala pasar. Namun, sampai detik ini tidak pernah ada perbaikan sama sekali,” ujar Yayuk saat menyampaikan keluhannya kepada anggota DPRD Magetan yang tengah melakukan peninjauan lapangan, baru-baru ini.

Akibat kebocoran tersebut, para pedagang tidak hanya kehilangan omset harian karena tidak bisa berjualan, tetapi juga harus menelan kerugian materiil akibat barang dagangan mereka, seperti sayur-mayur, membusuk karena terendam air hujan.

Merespons jeritan para pedagang, Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Rahardian Kristanto, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menempatkan renovasi Pasar Takeran ke dalam skala prioritas utama.

Rahardian menyebut, opsi terdekat adalah memasukkan pos anggaran perbaikan pada Perubahan APBD (P-APBD) tahun anggaran berjalan ini.

“Jika tidak memungkinkan di perubahan anggaran ini, kami memastikan proyek rehabilitasi ini akan dikawal maksimal untuk direalisasikan melalui anggaran induk tahun depan,” tegas Rahardian saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, sebelum ketok palu besaran anggaran, pihaknya akan menerjunkan tim teknis ke lapangan terlebih dahulu guna memetakan tingkat kerusakan secara riil di lokasi.

“Kami akan meninjau langsung kondisinya untuk menyusun perencanaan anggaran yang tepat. Prinsipnya, kami upayakan pengajuan anggaran ini seoptimal mungkin agar para pedagang bisa kembali mencari nafkah dengan tenang dan nyaman,” imbuhnya.

Kondisi Pasar Takeran ini sebelumnya sempat memantik perhatian serius dari legislatif. Anggota DPRD Magetan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Takeran, Hendrad Subyakto, yang turun langsung melihat kondisi pasar, mendesak keras Disperindag untuk segera mengambil tindakan taktis.

Menurut Hendrad, secara kalkulasi kasar, biaya yang dibutuhkan untuk menyervis atap selasar yang bocor tersebut tergolong kecil dan seharusnya bisa ditangani dengan cepat tanpa harus menunggu waktu bertahun-tahun. Ia juga mempertanyakan asas timbal balik dari penarikan retribusi pasar yang selama ini dibayarkan oleh pedagang.

“Para pedagang di sini kan rutin membayar retribusi setiap hari. Masa untuk biaya perawatan berkala seperti ini saja tidak ada alokasinya? Sangat tidak adil bagi mereka,” kritik Hendrad.

Untuk diketahui, Pasar Takeran saat ini menjadi tumpuan ekonomi bagi sedikitnya 187 pedagang aktif yang menggantungkan hidupnya dengan menyewa fasilitas los maupun stan di dalam pasar tersebut. (Ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru