Magetan,seputarjatim.co.id – Rencana pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan. Fasilitas militer ini diyakini tidak hanya memperkokoh lini pertahanan negara, tetapi juga bakal menjadi motor penggerak roda ekonomi di wilayah Magetan bagian selatan.
Pernyataan dukungan tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Magetan, Puthut Pujiono, saat ikut serta mendampingi kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, dalam rangka meninjau langsung kesiapan lahan di Desa Mategal.
Menurut Puthut, legislatif berkomitmen penuh untuk mengawal dari sisi regulasi serta memastikan adanya sinkronisasi program kerja daerah. Hal ini krusial agar kehadiran YTP nantinya beriringan dengan akselerasi pembangunan fasilitas publik pendukung, seperti perluasan akses jalan, penguatan jaringan listrik, dan infrastruktur dasar lainnya di wilayah Parang.
“Sinergitas yang solid antara TNI, Pemerintah Kabupaten Magetan, dan DPRD adalah kunci utama demi menyukseskan proyek pertahanan ini,” ujarnya,Selasa(26/05/2026)
Di sisi lain, respons positif ini juga dibarengi dengan sejumlah catatan penting terkait keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar. Anggota Komisi B DPRD Magetan sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Parang, Agus Dwi Wibowo, mengingatkan agar proyek besar ini tetap memprioritaskan aspek sosiologis dan ekologis.
Agus berharap, operasional YTP di masa depan dapat menyerap tenaga kerja lokal, menghidupkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta mendongkrak daya serap pasar terhadap hasil pertanian di Kecamatan Parang. Namun, ia mewanti-wanti agar pembangunan fisik tidak merusak ekosistem alam.
“Peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal harus dibuka selebar-lebarnya. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga kawasan hijau dan mempertahankan daerah tangkapan air yang ada di lereng Parang agar fungsi alamnya tidak terganggu,” pungkas Agus.(ryn)



