Kamis, 20 Agustus 2026
BerandaPeristiwaBintangi 310 Kejadian Bencana di Magetan, BPBD Siapkan Langkah Kedaruratan

Bintangi 310 Kejadian Bencana di Magetan, BPBD Siapkan Langkah Kedaruratan

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 310 peristiwa bencana dan kejadian darurat melanda wilayahnya sejak awal Januari hingga 19 Agustus 2026. Dari sekian banyak insiden, fenomena cuaca ekstrem dan kebiasaan pembakaran lahan mendominasi catatan musibah di daerah tersebut.

Berdasarkan data resmi BPBD, rincian kejadian mencakup 114 kasus cuaca ekstrem, 51 kebakaran lahan, 46 tanah longsor, serta 41 banjir luapan. Selain itu, petugas mencatat 24 aksi evakuasi hewan, 5 penanganan pencarian dan pertolongan, 3 tumpahan solar, 3 kebakaran hutan rakyat (wilayah pegunungan), dan beberapa musibah lainnya.

Dampak yang ditimbulkan pun cukup signifikan. Tercatat 3 korban jiwa melayang dan 11 orang mengalami luka-luka. Kerusakan material meliputi 59 unit rumah, 11 titik jalan, 1 unit fasilitas sekolah, 12 unit sepeda motor, 1 unit truk, serta 11 insiden pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengungkapkan adanya pergeseran tren bencana seiring masuknya puncak musim kemarau. Pada kurun Januari hingga April, insiden kebakaran lebih sering menimpa area permukiman warga akibat kelalaian domestik. Namun, memasuki kurun Mei hingga Juli, terjadi lonjakan drastis pada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Titik api paling dominan melahap perkebunan tebu yang tengah memasuki masa panen, rumpun bambu, serta semak belukar yang mengering. Selain faktor cuaca terik dan angin kencang, pemicu utamanya adalah ulah manusia—mulai dari pembakaran sampah yang menjalar, lemparan puntung rokok sembarangan, hingga indikasi kesengajaan,” terang Eka,Kamis(20/08/2026).

Menghadapi potensi ancaman kekeringan dan karhutla yang kian meluas, BPBD Magetan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis diantaranya, Mengaktifkan posko siaga dan mengintensifkan pemantauan pada titik rawan, seperti lereng Gunung Lawu, Gunung Bancak, Gunung Blego, Gunung Bungkuk, serta kawasan hutan rakyat di 29 desa/kelurahan, Menyiagakan sekitar 30 tandon air berkapasitas 1.200 hingga 2.300 liter guna mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak kekeringan, Menerjunkan personel untuk menyosialisasikan larangan pembakaran lahan sekaligus mengawasi aktivitas warga dan wisatawan di kawasan objek wisata alam.

Mengenai aspek pendanaan, Eka menegaskan saat ini belum ada alokasi anggaran darurat baru. Pihaknya berfokus memaksimalkan daya dan sarana yang sudah tersedia lewat koordinasi terpadu antarinstansi dan pemeliharaan armada operasional.

Meski demikian, opsi pencairan Belanja Tidak Terduga (BTT) tetap terbuka jika situasi mengalami pengetatan risiko.

“Penambahan anggaran melalui dana BTT memungkinkan untuk dikucurkan apabila situasi memburuk. Syarat utamanya adalah adanya penetapan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla oleh Bupati Magetan,” pungkasnya.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru