Rabu, 3 Juni 2026
BerandaKesehatanSkrining Kesehatan Mata Pelajar di Sidorejo: 11 Anak Dirujuk ke RSUD Sayidiman,...

Skrining Kesehatan Mata Pelajar di Sidorejo: 11 Anak Dirujuk ke RSUD Sayidiman, 10 Masih Jadi ‘PR’

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Pemerintah Kecamatan Sidorejo bersama instansi lintas sektor bergerak cepat menindaklanjuti temuan gangguan penglihatan pada puluhan pelajar di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas belajar anak-anak sekolah di Sidorejo tidak terhambat oleh masalah kesehatan mata.

Camat Sidorejo, Budi Andriana, memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan berkala di sekolah-sekolah, tercatat ada 105 siswa yang terindikasi mengalami gangguan. Setelah dilakukan verifikasi dan pencocokan data bersama pihak puskesmas setempat, ditemukan puluhan anak yang selama ini belum tersentuh penanganan medis.

“Dari hasil cross-check dengan puskesmas, ada 21 anak yang kedapatan belum mendapatkan penanganan sama sekali terkait keluhan mata mereka. Kami langsung melakukan pemilahan (skrining) untuk menentukan langkah tindak lanjutnya,” terangnya,Rabu (3/6/2026).

Budi menjelaskan, dari hasil pemetaan terhadap 21 siswa tersebut, 11 anak di antaranya tercatat sebagai kepesertaan BPJS Kesehatan. Rinciannya, 6 siswa memiliki Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Puskesmas Sidorejo, sedangkan 5 siswa lainnya terdaftar di faskes luar kecamatan.

Melalui kolaborasi antara pihak kecamatan, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan puskesmas, ke-11 anak tersebut langsung dirujuk ke Poliklinik Mata RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan penanganan spesialis.

Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit daerah tersebut, sebanyak 9 anak langsung mendapatkan resep kacamata. Guna meringankan beban keluarga, pihak kecamatan menggandeng Yayasan Paramitra untuk menyiasati pembiayaan.

“Untuk anak-anak yang menggunakan BPJS, seluruh biaya ditanggung oleh jaminan pemerintah. Namun, jika ada komponen biaya yang kurang atau tidak ter-up, kekurangannya akan di-cover oleh Yayasan Paramitra,” imbuhnya.

Sementara itu, 2 anak lainnya saat ini masih menjalani terapi medis dengan pemberian resep obat jalan. Pihak kecamatan berkomitmen akan kembali mendampingi kedua siswa tersebut untuk melakukan kontrol ulang di RSUD dr. Sayidiman setelah masa pengobatan tahap pertama selesai.

Meski sebagian besar telah tertangani, pihak Pemerintah Kecamatan Sidorejo mengaku masih mengantongi pekerjaan rumah (PR) untuk menuntaskan akomodasi pengobatan bagi 10 anak lainnya. Kesepuluh siswa tersebut berstatus sebagai pasien umum atau tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

Untuk menyiasati kendala pembiayaan mandiri ini, Budi berencana mengundang para orang tua atau wali murid setelah agenda ujian sekolah berakhir. Forum tersebut nantinya akan mendiskusikan skema solusi terbaik agar anak-anak tetap bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan mata secara optimal.

Ke depan, program deteksi dini ini dipastikan akan terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Begitu memasuki tahun ajaran baru dan ada penerimaan siswa baru, kami bersama petugas puskesmas akan kembali menggencarkan pemeriksaan kesehatan mata keliling ke sekolah-sekolah. Langkah preventif ini penting karena potensi adanya siswa baru yang mengidap gangguan penglihatan laten namun belum terdeteksi itu masih cukup tinggi,” pungkas Budi.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru