Magetan,seputarjatim.co.id – Lembaran satu tahun kepemimpinan Bupati Magetan, Nanik Sumantri, diwarnai dengan berbagai torehan impresif di sektor keluarga berencana dan kependudukan. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBPPA) Magetan, program penguatan ketahanan keluarga tercatat mengalami akselerasi yang masif di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinas PPKBPPA Magetan, Kartini, mengungkapkan bahwa salah satu tonggak keberhasilan ini bertumpu pada perluasan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Sejak kebijakan kewajiban pembentukan diterbitkan, saat ini telah berdiri 235 Kampung KB yang tersebar merata di seluruh wilayah administrasi desa dan kelurahan se-Kabupaten Magetan.
Puncak dari integrasi program ini dibuktikan dengan prestasi gemilang di tingkat regional. Rumah Data Kependudukan (RDK) atau “Rumah DataKu” milik Desa Semen, Kecamatan Nguntoronadi, yang menjadi delegasi Kabupaten Magetan, sukses menyabet gelar Juara Harapan I dalam ajang Apresiasi Rumah DataKu Tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Prestasi ini resmi tertuang dalam surat pengumuman hasil penilaian dari Pemprov Jatim dengan Nomor 2534/PD.03.302/J2/2026 yang dirilis pada 29 April 2026 lalu,” ujar Kartini,senin(25/05/2026)
Tidak hanya fokus pada validasi data kependudukan, Dinas PPKBPPA Magetan juga gencar menelurkan program edukasi berkelanjutan yang menyasar berbagai kluster usia. Berdasarkan data per Mei 2026, berikut adalah sebaran program ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang telah berjalan:
Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH): Telah diimplementasikan secara aktif oleh 223 kelompok/desa.
Sekolah Lansia Tangguh (Selantang): Berhasil diselenggarakan di 58 desa/kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) untuk mewujudkan lansia yang produktif dan mandiri.
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R): Telah terbentuk dan berjalan di 224 kelompok guna mengawal generasi muda.
Di sektor pelayanan dan penanganan klinis Keluarga Berencana (KB), Kabupaten Magetan juga menunjukkan performa yang mendekati target nasional per Mei 2026.
Dalam indikator Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) atau angka prevalensi kontrasepsi modern, Magetan berhasil menyentuh angka 71,12% dari target yang dipatok sebesar 73%.
Sementara itu, untuk menekan angka Unmet Need—yaitu pemenuhan kebutuhan KB yang belum terlayani—Kabupaten Magetan mencatatkan performa memuaskan. Dari target maksimal sebesar 7,69%, pemerintah daerah berhasil menekan dan mengendalikannya hingga berada di angka 6,16%. Capaian ini menunjukkan bahwa sistem distribusi dan edukasi layanan KB di Magetan semakin tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(ryn)



