Selasa, 26 Mei 2026
BerandaDaerahSatu Tahun Kepemimpinan Nanik-Suyatni: DPUPR Magetan Siasati Keterbatasan APBD Guna Dongkrak Infrastruktur

Satu Tahun Kepemimpinan Nanik-Suyatni: DPUPR Magetan Siasati Keterbatasan APBD Guna Dongkrak Infrastruktur

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Nanik Sumantri dan Wakil Bupati Suyatni di Kabupaten Magetan menunjukkan progres signifikan dalam sektor pembangunan infrastruktur. Di tengah hantaman efisiensi anggaran dan penurunan dana transfer daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan berhasil memutar otak dengan berburu sumber pendanaan alternatif di luar APBD kabupaten.

Kepala DPUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak lantas membuat pembangunan di Magetan mandek. Pihaknya bergerak agresif menjemput bola ke tingkat provinsi maupun pusat demi memastikan roda pembangunan fasilitas publik tetap berjalan.

“Kondisi keuangan daerah saat ini memang sedang menurun karena adanya efisiensi dan pemotongan dana transfer. Menyadari keterbatasan APBD tersebut, kami berupaya keras mencari sumber pendanaan lain, baik melalui APBN maupun APBD Provinsi,” ujar Muhtar saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Strategi taktis tersebut kini mulai membuahkan hasil yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu proyek strategis dari dana APBN adalah rekonstruksi Jalan Bendo-Maospati senilai Rp21 miliar. Proyek yang dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat tersebut berhasil rampung di era kepemimpinan Bupati Nanik.

Selain itu, DPUPR juga berhasil menuntaskan proyek Twin Road (jalan kembar) yang sempat tersendat selama belasan tahun.

“Proyek Twin Road ini sebenarnya sudah berjalan selama 16 tahun dan sempat terkatung-katung. Baru kemarin, di masa kepemimpinan Ibu Bupati, kita kejar lagi ke Pemprov agar dialokasikan anggaran. Alhamdulillah, saat ini pembangunannya selesai dan sudah bisa dinikmati masyarakat,” imbuh Muhtar,Senin(25/05/2026)

Meski porsi APBD Magetan sangat terbatas, Muhtar menegaskan pemanfaatannya tetap dioptimalkan secara bertahap skala prioritas, khususnya untuk konektivitas antarwilayah. Beberapa jalur utama yang telah mendapatkan penanganan hotmix antara lain, Jalur Takeran menuju Gorang-Gareng, Jalur Gorang-Gareng menuju pusat Kota Magetan, Jalur Kenongomulyo hingga Tulung (proses pengerjaan bertahap).

Tak hanya sektor jalan, sektor ketahanan pangan juga menjadi perhatian serius. Dengan mengandalkan murni APBD kabupaten, DPUPR sukses membangun Embung Sidowayah. “Insya Allah, tahun ini Embung Sidowayah sudah bisa berfungsi penuh untuk mendukung pengairan pertanian warga,” tambahnya.

Memasuki tahun anggaran berjalan, DPUPR Magetan kembali melanjutkan tren positif perburuan dana eksternal. Muhtar membeberkan bahwa Magetan dipastikan mengantongi dana segar sebesar Rp13,7 miliar dari pusat melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 yang difokuskan pada sektor Sumber Daya Air (SDA).

“Alhamdulillah usulan kita disetujui pusat sebesar Rp13,7 miliar untuk pembangunan sumur dan sistem perpipaan, termasuk perbaikan jaringan irigasi permukaan. Teknis pengerjaannya nanti langsung ditangani pusat,” paparnya.

Selain dana Inpres SDA, sektor Bina Marga Magetan tahun ini juga sukses mengamankan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp7 miliar. DPUPR saat ini juga tengah mengajukan usulan baru melalui program sistem informasi pengolahan jalan dan jembatan ke pemerintah pusat.

Melihat berbagai terobosan infrastruktur di tengah badai efisiensi anggaran ini, Kepala DPUPR menilai roda pemerintahan di bawah komando Bupati Nanik Sumantri dan Kang Suyat terbilang sukses menakhodai Magetan.

“Menurut kami, kepemimpinan Ibu Bupati Nanik Sumantri bersama Kang Suyat sudah cukup berhasil. Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita tetap mampu menghadirkan lompatan pembangunan yang nyata bagi masyarakat Magetan,” pungkas Muhtar.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru