Magetan,seputarjatim.co.id — Harapan masyarakat untuk melihat perluasan jangkauan transportasi sekolah yang aman di Kabupaten Magetan harus tertahan. Mulai hari ini, Kamis (6/8/2026), Program Angkutan Gratis Pelajar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perhubungan resmi dihentikan sementara akibat habisnya alokasi anggaran operasional.
Kabar penghentian layanan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magetan, Giarto. Ia menjelaskan bahwa batas waktu pengoperasian armada berbasis anggaran daerah memang telah ditetapkan sejak awal tahun.
“Sesuai sosialisasi di awal tahun, alokasi anggaran yang tersedia hanya mencukupi operasional hingga tanggal 5 Agustus 2026. Mengenai kapan program ini bisa berjalan kembali, kami belum dapat memastikan karena masih menunggu kebijakan dan kepastian anggaran selanjutnya,” ujar Giarto,Kamis(06/08/2026).
Program Angkutan Gratis Pelajar sejatinya dirancang untuk memberikan fasilitas transportasi yang aman, nyaman, sekaligus mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar daerah.
Dalam pelaksanaannya, program ini memberdayakan angkutan umum lokal dengan melibatkan sebanyak 129 unit kendaraan. Armada tersebut terdiri dari 12 unit angkutan kota (angkot) dan 117 unit angkutan pedesaan (angdes).
Untuk menopang operasional harian para pengemudi, Pemkab Magetan menerapkan skema subsidi berbasis perjalanan Pulang-Pergi (PP):
Angkutan Kota: Menerima alokasi sebesar Rp100.000 per unit untuk satu kali rute PP.
Angkutan Pedesaan: Menerima alokasi ssebesar Rp120.000 per unit untuk satu kali rute PP.
Penghentian ini menuai kekecewaan dari kalangan wali murid yang selama ini mengandalkan fasilitas tersebut. Andriana, salah satu orang tua siswa di Magetan, mengungkapkan keberadaannya sangat membantu roda ekonomi keluarga serta menjamin keselamatan anak-anak saat berangkat menuju sekolah.
“Tentu sangat kecewa program ini harus berhenti. Kehadiran angkutan gratis ini sangat membantu kami sebagai orang tua. Selain meringankan beban biaya harian, kami merasa jauh lebih tenang karena anak-anak bisa sampai di sekolah tepat waktu tanpa harus membawa kendaraan sendiri,” ungkap Andriana.
Ibu dengan empat anak tersebut berharap Pemkab Magetan bersama instansi terkait segera menemukan solusi, baik melalui anggaran perubahan maupun skema pendanaan lain, agar program favorit masyarakat ini dapat segera beroperasi kembali.(ryn)



