Rabu, 6 Mei 2026
BerandaDaerahSolusi Darurat Sampah Magetan, DPRD Dorong Pemkab Adopsi Teknologi Oxynnerator Desa Taji

Solusi Darurat Sampah Magetan, DPRD Dorong Pemkab Adopsi Teknologi Oxynnerator Desa Taji

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Inovasi alat pengolah sampah bernama Oxynnerator ciptaan Kepala Desa (Kades) Taji, Sigit Supriyadi, kini semakin mendapat sorotan luas. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan melalui Komisi D mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera memanfaatkan teknologi tersebut sebagai solusi konkret krisis sampah daerah.

Ketua Komisi D DPRD Magetan, Nur Asiyah, menyatakan bahwa alat oksidator ini berpotensi menjadi jawaban atas kondisi darurat sampah yang dialami Magetan saat ini. Pihaknya berkomitmen untuk mengawal proses adopsi teknologi ini agar Magetan dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan lingkungan di tingkat nasional.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada Mbah Lurah Taji. Kami mendorong Pemkab Magetan untuk menggunakan inovasi ini sehingga daerah kita bisa menjadi percontohan nasional dalam penyelesaian masalah sampah,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Taji,Rabu(06/05/2026)

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi D tidak hanya mendengarkan presentasi teknis, tetapi juga meninjau langsung bengkel perakitan tungku oksidator milik Sigit. Para wakil rakyat memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan putra daerah yang mampu menciptakan alat dengan efektivitas luar biasa.

Sigit Supriyadi mengungkapkan, alat Oxynnerator yang dirintisnya sejak tahun 2023 ini memiliki kapasitas pembakaran hingga 30 ton sampah hanya dalam satu shift kerja. Keunggulan utama alat ini adalah kemampuannya memusnahkan sampah secara tuntas tanpa menyisakan residu yang menumpuk.

Efektivitas inovasi ini bukan sekadar klaim. Sigit menjelaskan bahwa tungku ciptaannya telah lolos uji dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Bahkan, BRIN berencana mengucurkan bantuan senilai Rp15 miliar untuk pengembangan lebih lanjut.

“Bantuan dari BRIN akan berupa pengadaan turbin penggerak listrik serta pendampingan teknis selama dua tahun ke depan. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari Jerman dan Finlandia terkait teknologi pemanfaatan emisi gas buang,” jelas Sigit.

Saat ini, Sigit tengah memfokuskan pengembangan pada sistem konversi gas buang agar sisa pembakaran dapat dimanfaatkan menjadi energi yang lebih berguna.

Meski di Magetan sendiri masih dalam tahap penjajakan, teknologi asal Desa Taji ini rupanya sudah digunakan di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Bontang, Probolinggo, Karanganyar, hingga Sukoharjo.

Di sisi lain, Pemkab Magetan pun mulai menunjukkan keseriusannya. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, baru-baru ini memimpin delegasi ke kantor BRIN untuk melakukan presentasi dan menjajaki kerja sama strategis terkait pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ini secara lebih luas di Bumi Mageti.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru