Magetan,seputarjatim.co.id – Di saat hari libur kerja, pemandangan berbeda biasanya tampak pada sosok Suwarno. Jika sebagian memilih beristirahat di rumah, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Magetan ini justru lebih memilih bergelut dengan lumpur di sawah.
Baginya, menjadi wakil rakyat adalah bentuk pengabdian, namun bertani adalah jati diri yang tak bisa dilepaskan.
Politisi dari Partai Gerindra ini mengisahkan bahwa etos kerjanya terbentuk sejak kecil. Ia dididik oleh orang tuanya untuk tidak berpangku tangan dan selalu produktif.
“Sejak kecil saya diajarkan orang tua untuk bekerja keras. Jadi, meski sekarang dipercaya menjadi anggota legislatif, hobi bertani tetap jalan. Kalau libur, ya, kegiatannya begini, turun ke sawah untuk nyangkul atau nggaru,” ujar Suwarno di sela aktivitas pertaniannya,Minggu(03/05/2026).

Dedikasi Suwarno di ranah publik Magetan tergolong sangat panjang. Kariernya dimulai dari tingkat akar rumput sebagai Kepala Desa selama 16 tahun, kemudian mengabdi di PDAM selama satu dekade.
Kiprahnya di kursi parlemen sendiri sudah berjalan selama 20 tahun, terhitung sejak tahun 2009 hingga saat ini. Meski sudah menjadi legislator senior, ia tetap memandang jabatan sebagai amanah sementara, sedangkan tanah pertanian adalah tempatnya berpijak.
Bagi Suwarno, bertani bukan sekadar hobi atau mengisi waktu luang. Ada misi sosial dan ekonomi yang ia bawa ke tengah sawah.Ia meyakini bahwa dengan tetap bertani, dirinya turut berkontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan pangan daerah.Melalui lahan pertaniannya, ia mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, yang sebagian besar juga merupakan konstituennya.
“Menjadi anggota dewan itu adalah jalan pengabdian untuk masyarakat, tapi kalau bertani itu hobi sekaligus cara saya memperkuat ketahanan pangan. Di sini, saya juga bisa memperkerjakan warga atau konstituen, jadi ada manfaat ekonominya juga buat mereka,” pungkasnya.(ryn)



