Magetan,seputarjatim.co.id— Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBPP dan PA) mengambil langkah cepat merespons maraknya dugaan pelecehan seksual nonfisik yang menimpa belasan mahasiswi Unesa Kampus 5 di kawasan Maospati.
Kepala Dinas PPKBPP dan PA Magetan, Kartini, menegaskan pihak instansi segera berkoordinasi dengan pengelola Kampus Unesa 5 untuk menghimpun data lengkap para korban guna penyaluran bantuan penanganan.
“Bagi korban yang masih merasa traumatik, kami siap memberikan pendampingan serta pemulihan. UPTD PPA siap menangani secara langsung melalui dukungan tenaga psikolog profesional,” ujar Kartini, Jumat (6/11/2026).
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Dinas PPKBPP dan PA berencana menggandeng pemerintah kecamatan hingga kelurahan di wilayah Maospati untuk menggencarkan edukasi serta program pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
Kartini mengimbau seluruh masyarakat Magetan agar berani bersuara dan tidak membiarkan segala bentuk kejahatan atau diskriminasi terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, cakupan kekerasan tidak hanya sebatas fisik, melainkan mencakup gangguan psikis, kejahatan seksual, penelantaran, eksploitasi, hingga perundungan di media digital.
“Jangan diam, segera cari bantuan dan laporkan,” tegasnya.
Untuk menjamin keamanan para korban, layanan pengaduan dan pemulihan UPTD PPA Magetan dapat diakses melalui hotline 0895-4967-50822 atau tautan daring https://bit.ly/LAPAKK129. Korban juga dapat berkonsultasi secara langsung di Kantor UPTD PPA yang berlokasi di Jalan Kawi, Bulukerto, Magetan.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa Kampus 5 mengungkapkan setidaknya 11 mahasiswi menjadi korban kekerasan seksual nonfisik di lingkungan indekos Jalan Agung, Maospati. Bentuk gangguan yang dialami meliputi pembuntutan, pengintipan di area kos, tindak catcalling, hingga verbal harassment menggunakan pengeras suara.(ryn)




