Magetan,seputajatim.co.id– Penanganan kasus dugaan pelecehan di wilayah Kecamatan Maospati dinilai berjalan lamban. Pemerintah kecamatan Maospati terkesan tidak siap dan belum memiliki formulasikan langkah konkret untuk menuntaskan persoalan yang meresahkan tersebut.
Sikap tidak sigap ini terlihat dari pernyataan Camat Maospati, Verawati Setyaningrum, yang mengaku baru mengetahui adanya kasus dugaan pelecehan tersebut pada pagi ini. Akibat ketidaksiapan tersebut, pihak kecamatan hingga saat ini belum mengantongi strategi maupun respons cepat yang akan diambil.
“Kami baru mengetahui permasalahan ini tadi pagi, jadi kami belum punya langkah,” ujar Verawati saat dikonfirmasi media,Rabu(04/11/2026)
Ketidaksiapan jajaran Pemerintah Kecamatan Maospati kian gamblang menjelang agenda pertemuan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) dan pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Magetan 5 yang dijadwalkan pada Rabu, 4 November 2026 jam 13.00 WIB. Meski agenda koordinasi sudah di depan mata, pihak kecamatan secara terang-terangan mengakui belum menyusun materi maupun poin pembahasan yang akan disampaikan dalam forum strategis tersebut.
Kondisi ini memicu keprihatinan publik. Tanpa adanya komitmen dan kesiapan dasar dari jajaran birokrasi di tingkat kecamatan, upaya pencegahan serta penanganan pelecehan seksual non fisik di wilayah Maospati dikhawatirkan hanya akan menjadi wacana panjang tanpa realisasi nyata.
Dan sangat disayangkan ada pejabat tidak tau kejadian di wilayahnya.(Ryn)



