Magetan,seputarjatim.co.id –Bupati Magetan, Nanik Sumantri, memanfaatkan momentum Halal Bihalal Pawitandirogo di Jakarta sebagai ajang “menjual” potensi daerah. Di hadapan tokoh-tokoh nasional dan para perantau sukses, ia memaparkan visi besar transformasi Magetan, mulai dari pengusulan kawasan Sarangan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga rencana pembukaan akses exit toll.
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetiyo, serta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono. Hadir pula para kepala daerah dari wilayah Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo).
Sarangan Menuju Level Nasional
Dalam paparannya, Nanik menekankan bahwa Telaga Sarangan bukan sekadar destinasi wisata lokal, melainkan aset yang layak masuk dalam skala prioritas pembangunan nasional.
“Kami sedang mendorong agar kawasan wisata Sarangan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini penting agar pengembangannya lebih terpadu, termasuk kebutuhan akan hotel berbintang, penataan pedestrian, hingga penambahan wahana modern seperti gondola dan sky ride,” ujar Nanik di Jakarta, Minggu (19/04/2026)
Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Selingkar Wilis dan sekitarnya. Nanik berharap dukungan lintas kementerian dapat mempercepat realisasi wajah baru Sarangan.
Urgensi Exit Toll dan Sirkuit Suryo
Selain sektor pariwisata, konektivitas menjadi isu krusial yang diangkat. Meski dilintasi ruas Tol Solo–Kertosono, Magetan hingga kini belum memiliki akses pintu keluar (exit toll) langsung. Nanik menegaskan bahwa keberadaan exit toll di wilayah Desa Gunungan akan menjadi pemantik ekonomi yang luar biasa.
“Bukan hanya soal logistik dan ekonomi, exit toll ini strategis untuk memperkuat fungsi pertahanan, terutama mobilitas personel dan alutsista menuju Lanud Iswahjudi dalam kondisi darurat,” tambahnya.
Di sisi lain, Magetan juga memperkenalkan Sirkuit Suryo yang baru saja diresmikan pada 29 Maret 2026. Nama sirkuit ini diambil dari Gubernur pertama Jawa Timur asal Magetan, RM Aryo Suryo, sekaligus bentuk apresiasi bagi pembalap internasional kebanggaan daerah, Mario Aji. Sirkuit ini diproyeksikan menjadi pusat sport tourism dan sekolah balap nasional.
Menutup paparannya, Nanik mengajak warga Magetan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Magetan (IKMA) maupun wadah Pawitandirogo untuk “pulang kampung” melalui investasi. Dengan angka pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5,41% dan IPM sebesar 77,58, Magetan dinilai sangat siap menyambut para investor.
“Kemajuan daerah tidak bisa hanya bersandar pada pemerintah. Peran panjenengan semua, para perantau yang telah sukses di Jakarta dan kota besar lainnya, sangat kami harapkan untuk ikut membangun tanah kelahiran,” pungkasnya.(ryn)



