Magetan,seputarjatim.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus mengakomodasi keluhan dan aspirasi warga terkait kondisi prasarana fisik di wilayahnya. Penanganan jaringan jalan kini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah guna menyokong mobilitas warga dan memacu roda perekonomian lokal.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan bahwa perbaikan sarana perhubungan terus berjalan dengan memegang teguh prinsip kesinambungan dan pemerataan. Langkah ini disesuaikan dengan kapasitas ruang fiskal serta tata kelola keuangan daerah.
Menurutnya, dinamika kerusakan infrastruktur jalan merupakan tantangan bersama yang tidak hanya dialami Magetan, melainkan hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Tingginya kebutuhan penanganan harus dihitung secara cermat agar selaras dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pemerintah daerah sama sekali tidak menutup mata terhadap titik-titik kerusakan yang ada. Kami memohon maaf apabila proses perbaikan belum bisa berlangsung serentak secepat ekspektasi masyarakat,” tutur Nanik,senin(31/08/2026).
Ia memaparkan, pada tahun anggaran 2026, Pemkab Magetan telah mengalokasikan dana yang terbilang besar untuk menyokong program peningkatan dan pemeliharaan jalan.
“Pada APBD Induk 2026 hingga perencanaannya di Perubahan APBD (P-APBD), alokasi anggaran yang kita siapkan mencapai sekitar Rp55 miliar khusus untuk penanganan sektor infrastruktur jalan,” tambahnya.
Besaran dana tersebut dialokasikan untuk pembenahan fisik secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Mengingat keterbatasan anggaran, penanganan dipusatkan pada ruas jalan dengan tingkat kerawanan dan urgensi paling tinggi bagi lalu lintas warga.
Di samping pengerjaan fisik dan peningkatan kualitas, pemeliharaan rutin juga diperketat sebagai langkah preventif. Upaya perawatan berkala ini krusial untuk mencegah daya rusak yang lebih parah sekaligus menekan pembengkakan biaya perbaikan di masa mendatang.
Nanik menyoroti pentingnya menyiasati keterbatasan anggaran di tengah tingginya ekspektasi publik. Pemkab Magetan dituntut ekstra cermat dalam mengelola posisi keuangan daerah agar program-program pelayanan dasar dasar tetap berjalan konsisten.
Salah satu fokus pembenahan ke depan adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kapasitas keuangan wilayah.
“Potensi daerah yang dimiliki Magetan harus kita dorong secara kreatif. Penguatan PAD menjadi kunci agar kita memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel dalam membiayai berbagai program pembenahan ke depan,” tegasnya.
Melalui perencanaan yang terukur dan realistis, Pemkab Magetan optimistis pemerataan perbaikan jalan dapat terwujud secara berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(ryn)



