Magetan,seputarjatim.co.id — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk menggulirkan proyek videotron pada Perubahan APBD 2026 kian mendapat angin segar. Kebijakan yang sempat memicu silang pendapat di masyarakat tersebut kini mengantongi pembenaran langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.
Dukungan tersebut tersirat dalam pidato Mendagri saat agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II Tahun 2026 di Nusa Dua, Bali, Jumat (28/8/2026). Di hadapan para kepala daerah, Tito menyoroti pentingnya penataan ruang kota melalui Gerakan Indonesia Asri, salah satunya dengan menertibkan keberadaan spanduk dan baliho fisik.
Menurut Tito, maraknya media promosi konvensional berbasis kain atau spanduk kerap memicu sampah visual yang merusak estetika wilayah. Ia mendorong para pimpinan daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota—untuk mulai beralih memanfaatkan media digital modern seperti videotron.

“Coba lihat luar negeri. Enggak pakai spanduk. Tapi, papan. Lalu, skarang videotron. Kalau ada yang pasang iklan ya di situ. Dapat lagi PAD. Mungkin ada prokontra, tapi kalau dibuat titik-titik rapi, itu bisa,” ujar Tito.
Mendagri menambahkan, skema penataan titik videotron yang terintegrasi tak hanya ampuh menjaga kebersihan dan keindahan pemandangan kota, tetapi juga berpotensi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi iklan digital.
Pernyataan Mendagri tersebut mendadak jadi sorotan publik Magetan setelah rekaman videonya viral di berbagai grup percakapan WhatsApp. Momentum ini dinilai sangat krusial bagi Pemkab Magetan untuk memperkuat argumentasi urgensi pengadaan videotron di tengah polemik yang sedang berkembang.(ryn)



