Magetan,seputarjatim.co.id— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah konkret dalam memperjuangkan nasib para peternak lokal. Lembaga legislatif daerah ini memfasilitasi dan mendampingi delegasi peternak rakyat untuk menyampaikan berbagai keluhan secara langsung ke fraksi-fraksi di DPR RI serta Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta.
Anggota DPRD Magetan, Rita, menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata komitmen dewan dalam memperjuangkan keberlangsungan usaha peternak kecil di daerah.

“Kami berupaya semaksimal mungkin sebagai bentuk keberpihakan kami kepada peternak rakyat,” tegas Rita, Kamis (3/9/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, sebanyak sepuluh perwakilan peternak asal Magetan memboyong sejumlah isu krusial. Beberapa di antaranya adalah anjloknya harga telur yang berkepanjangan sejak Februari lalu hingga memicu kerugian beruntun, tuntutan moratorium izin untuk pembatasan populasi, hingga persoalan penurunan kualitas pakan ternak.
Selain itu, ancaman kelangkaan pakan juga menjadi sorotan utama mengingat stok jagung di gudang Bulog sempat kosong memasuki semester kedua tahun ini. Permasalahan pasokan jagung tersebut langsung mendapat repons cepat di tingkat pusat. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Alex, langsung menghubungi pihak Bulog guna memastikan ketersediaan pakan aman bagi peternak.
Tak hanya mengadu ke Senayan, rombongan juga menggalang dukungan ke Kementerian Pertanian. Merespons kondisi pasar yang mengalami kelebihan pasokan (over supply), Kementan mengimbau pemerintah daerah agar menahan penerbitan izin baru bagi pembangunan kandang berkapasitas besar.
Langkah diplomasi ini ikut juga mendampingi penyampaian aspirasi ini, Wakil Ketua DPRD Magetan Pangajoman, Dinas Peternakan dan Perikanan, Disperindag, Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan, DPMPTSP, dan DPUPR.(ryn)



