Magetan,seputarjatim.co.id – Ancaman kerugian besar tengah membayangi para petani di Kabupaten Magetan. Penurunan produksi padi secara drastis dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, dengan tingkat kemerosotan hasil panen mencapai 50 hingga 80 persen. Kondisi ini membuat para petani kesulitan mengumpulkan modal untuk musim tanam berikutnya.
Anggota DPRD Magetan, Sugeng Riadi, mengungkapkan bahwa fenomena anjloknya produktivitas ini salah satunya melanda Desa Kerik, Kecamatan Takeran. Lahan pertanian sawah setidaknya seluas 10 hektar di kawasan tersebut mengalami penurunan hasil panen yang sangat signifikan.
“Para petani mengalami kerugian yang sangat besar. Pendapatan dari panen kali ini bahkan tidak cukup untuk menutup biaya operasional tanam periode berikutnya,” ujar Sugeng saat ditemui dikediamanya, Rabu (2/9/2026).
Sugeng menjelaskan, dalam kondisi normal, satu hektar lahan sawah mampu menghasilkan sekitar 6 hingga 7 ton padi. Namun saat ini, jumlah yang dipanen merosot tajam menjadi hanya sekitar 3 ton. Bahkan untuk skala petak sawah kecil (satu kotak), petani hanya bisa membawa pulang sekitar 4 karung atau setara 1 kuintal gabah.
Ternyata, masalah ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Takeran. Berdasarkan laporan dari anggota dewan lainnya, kasus serupa juga ditemukan di Desa Nguri (Kecamatan Lembeyan) serta Desa Tanjung (Kecamatan Bendo).
Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, pemicu utama merosotnya hasil panen adalah serangan hama yang masif. Hal ini diperparah oleh pola tanam petani yang tidak dilakukan secara serempak, sehingga rantai perkembangbiakan hama tidak pernah terputus dan terus berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya.
Penggunaan varietas padi IP400 bantuan dari Kementerian Pertanian juga terdampak serius. Tanaman padi tercatat berhenti tumbuh secara mendadak saat memasuki usia 20 hari akibat serangan hama tersebut.
Selain faktor teknis di lapangan, Sugeng menilai kurang optimalnya pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) turut memicu meluasnya dampak serangan hama.
Sebagai langkah solusi, ia mengusulkan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan pendampingan petugas penyuluh. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah edukasi penanganan hama serta koordinasi pola tanam serempak bagi para petani di Magetan.(ryn)



