Sabtu, 5 September 2026
BerandaPeristiwaHarmoni Tiga Pilar: Sinergi Kepolisian, Tokoh Agama, dan Desa Jaga Kondusivitas Magetan

Harmoni Tiga Pilar: Sinergi Kepolisian, Tokoh Agama, dan Desa Jaga Kondusivitas Magetan

-

Magetan,seputarjatim.co.id — Menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kokoh. Hal tersebut menjadi benang merah dalam Talkshow Podcast Malem Seton bertajuk “Sinergi Dalam Mewujudkan Situasi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Magetan Menjadi Kondusif”. pada jumat malam. Diskusi interaktif ini menghadirkan tiga perspektif utama, yakni kepolisian, ormas keagamaan, serta pemerintah desa.

Kabagops Polres Magetan, Kompol Bondan Wibowo, memaparkan peta kerawanan wilayah yang kini berfokus pada penanganan potensi gesekan antarkelompok pemuda atau perguruan silat, maraknya balap liar, hingga kejahatan siber (cyber crime). Dalam menghadapi dinamika ini, Polres Magetan mengedepankan pendekatan preventif dan menjadikan penegakan hukum sebagai langkah terakhir (ultimum remedium).

“Kami memaksimalkan Tim Siber untuk deteksi dini narasi provokatif di media sosial, sekaligus mengintensifkan blue light patrol pada jam rawan. Untuk tindak pidana ringan, penguatan Restorative Justice terus kita dorong agar pemulihan hak korban tercapai tanpa harus menjejali lembaga pemasyarakatan,” ujar Kompol Bondan.Sabtu(5/09/2026).

Ia juga menegaskan komitmen pengamanan di kawasan wisata utama seperti Sarangan, penindakan tegas pengedar narkoba/miras, serta optimalisasi layanan Call Center 110.

Dari sudut pandang keagamaan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Magetan, Samsul Hidayat, menekankan pentingnya sentuhan moral untuk melengkapi hukum negara. Menurutnya, Da’i Kamtibmas berperan penting menerjemahkan aturan hukum menjadi bahasa dakwah yang mudah dipahami.

“Hukum mengatur perilaku lahiriah, sedangkan agama menyentuh hati nurani. Mematuhi aturan publik demi keselamatan bersama adalah bagian dari perintah agama,” jelas Samsul.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan dakwah yang ramah di ruang digital bagi generasi muda, penguatan tradisi tabayyun (klarifikasi), serta penanaman paham moderat (wasathiyah) untuk membentengi warga dari ancaman radikalisme, judi online, maupun jeratan pinjaman online ilegal.

Sementara itu, Kepala Desa Ringinagung, Triyana, membagikan praktik baik pengelolaan keamanan di tingkat tapak. Pemdes Ringinagung secara konsisten menghidupkan kembali Siskamling melalui alokasi stimulus anggaran desa dan efektivitas integrasi Tiga Pilar (Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa).

“Setiap ada potensi konflik warga, Tiga Pilar langsung turun melakukan mediasi kekeluargaan. Kami juga memanfaat jejaring grup WhatsApp RT, mengoperasikan CCTV di titik rawan batas desa, hingga memperketat aturan wajib lapor 1×24 jam bagi pendatang,” tutur Triyana.

Sinergi antara penegakan hukum yang humanis, pencerahan moral berbasis nilai keagamaan, serta kesiapsiagaan warga di tingkat desa menjadi fondasi utama dalam memastikan Kabupaten Magetan tetap aman, nyaman, dan kondusif.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru