Magetan,seputarjatim.co.id – Peristiwa hilangnya penanda makam atau maesan yang diduga kuat milik tokoh legendaris pendiri Magetan, Ki Mageti, memantik perhatian serius dari jajaran pemerintah daerah. Bupati Magetan, Nanik Sumantri, langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi fisik makam yang berlokasi di wilayah setempat setelah kabar pencurian oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) tersebut mencuat.
Di sela-sela kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik ini mengungkapkan rasa prihatin dan sesal yang mendalam atas hilangnya aset cagar budaya tersebut. Menurutnya, makam Ki Mageti bukan sekadar situs fisik, melainkan simbol peradaban yang memiliki nilai historis, budaya, dan spiritual yang sangat tinggi bagi masyarakat Kabupaten Magetan.
“Kami sangat menyayangkan adanya peristiwa ini. Makam ini menyimpan nilai sejarah dan spiritualitas yang mendalam bagi daerah kita,” ujar Bunda Nanik.
Mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Bupati menginstruksikan kepada petugas penjaga makam serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan di area situs. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengamanan ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan bersejarah juga diajak untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kelestarian situs.
Sebagai langkah konkret jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen untuk membenahi dan memperketat sistem tata kelola serta proteksi terhadap seluruh tempat pengelolaan sejarah yang tersebar di wilayah Magetan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan cagar budaya akan segera dilakukan demi melindungi warisan leluhur dari tangan-tangan jahil.(ryn)



