Magetan,seputarjatim.co.id – Gelaran Halal Bihalal Pawitandirogo yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (19/4/2026) menjadi momentum strategis bagi percepatan pembangunan di daerah. Acara ini dihadiri oleh deretan tokoh nasional lintas sektor, mulai dari Anggota MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetiyo, hingga Jamwas Kejagung RI Rudi Margono, serta para kepala daerah dari wilayah Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo.
Wakil Ketua DPRD Magetan, Putut Pujiono, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Menurutnya, kehadiran para tokoh nasional asal daerah merupakan jembatan emas bagi koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Putut menekankan pentingnya kolaborasi mengingat adanya kesamaan karakteristik dan budaya di wilayah Pawitandirogo. Bagi Magetan sendiri, dukungan dari pusat dinilai sangat krusial.
“Harapan kami sebagai DPRD, acara ini dapat menyambungkan komunikasi antara pusat dan daerah. Kita tahu bahwa Magetan sangat bergantung pada pusat; kita menyadari kapasitas PAD dan wilayah kita. Oleh karena itu, uluran tangan dari pemerintah pusat sangat penting,” ujar Putut,Senin(20/04/2026)
Ia menambahkan bahwa banyaknya tokoh nasional yang berasal dari daerah, khususnya Magetan, adalah aset luar biasa yang harus dioptimalkan. Melalui acara seperti ini, saluran komunikasi yang selama ini mungkin tersumbat diharapkan dapat terbuka lebar.
Lebih lanjut, DPRD Magetan berkomitmen untuk memastikan pemerintah daerah proaktif dalam menjalin komunikasi yang telah dirintis dalam pertemuan tersebut. Hal ini dilakukan agar kerja sama yang terbangun memberikan dampak nyata (feedback) bagi masyarakat.
“DPRD akan mengawal pemerintah daerah supaya terus menjaga komunikasi ini. Tujuannya jelas, agar kita mendapatkan timbal balik yang bagus untuk menjaga dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih teknis dalam berbagai program pembangunan, guna menutupi keterbatasan anggaran daerah melalui sinergi program-program strategis nasional.(ryn)



