Magetan,seputarjatim.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk lokal di kancah yang lebih luas. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan dengan digelarnya Workshop Pelatihan Kemasan Produk bagi para pelaku Usaha Kecil, dan Menengah (UMKM) di Magetan.
Langkah ini diambil mengingat tantangan pasar modern yang semakin kompetitif, di mana estetika luar sebuah produk menjadi pintu gerbang utama dalam menarik kepercayaan calon pembeli.
Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Magetan, Sekretaris Dinas Firman Sri Cahyadi menjelaskan bahwa fungsi kemasan telah mengalami pergeseran nilai yang signifikan. Jika dahulu kemasan hanya dianggap sebagai pembungkus atau pelindung agar barang tidak rusak, kini kemasan merupakan elemen krusial dalam strategi pemasaran.

“Seiring perkembangan zaman dan ketatnya persaingan, kemasan bukan lagi sekadar pelindung. Ia telah bertransformasi menjadi faktor utama yang memikat minat konsumen. Kemasan yang menarik, informatif, dan memiliki standar kualitas tinggi secara otomatis akan mendongkrak nilai jual serta memperkuat posisi produk di pasar,” ujar Firman saat membuka agenda pelatihan tersebut,Kamis(9/04/2026)
Melalui workshop ini, Pemkab Magetan menargetkan adanya peningkatan kompetensi teknis bagi para pelaku usaha. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menciptakan desain yang lebih inovatif dan kreatif, namun tetap fungsional dan sesuai dengan standar regulasi pasar modern.
Berdasarkan data terkini dari Dinas Koperasi dan UMKM, potensi ekonomi kerakyatan di Magetan tergolong sangat besar. Firman memaparkan bahwa saat ini tercatat ada sekitar 15.405 pelaku UMKM di Kabupaten Magetan. Dari jumlah masif tersebut, sebanyak 8.855 UMKM telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas dasar operasional mereka.
Melihat angka tersebut, pemerintah daerah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan para pelaku usaha ini tidak sekadar bertahan, tetapi juga berkembang secara kualitas.
“Target kami jelas, setiap tahun harus ada progres signifikan di mana UMKM kita ‘naik kelas’ sesuai sasaran yang ditetapkan pemerintah daerah. Kami berkomitmen menjadikan UMKM sebagai pilar utama penyangga ekonomi daerah. Melalui pelatihan kemasan ini, kami mendorong mereka untuk menembus pasar lokal, nasional, hingga merambah pasar internasional,” tegas Firman.
Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada aspek visual, tetapi juga menyentuh sisi informatif seperti pencantuman label halal, komposisi produk, hingga masa kedaluwarsa yang estetis. Hal ini menjadi kunci penting bagi produk olahan pangan dan kerajinan khas Magetan agar dapat bersaing di rak-rak ritel modern maupun marketplace digital.
Dengan adanya bimbingan teknis yang berkelanjutan, Pemkab Magetan optimistis bahwa produk-produk asli “Bumi Mageti” akan memiliki identitas visual yang lebih kuat. Transformasi dari kemasan sederhana menjadi kemasan premium diharapkan mampu meningkatkan volume penjualan secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Magetan secara luas.(ryn)



