Magetan,seputarjatim.co.id – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus melakukan langkah intensif guna menangani persoalan banjir luapan. Saat ini, fokus utama diarahkan pada normalisasi drainase serta perencanaan infrastruktur permanen di sejumlah wilayah terdampak.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Magetan, Rokhmat Zainuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan bedah masalah secara komprehensif. Upaya ini melibatkan koordinasi lintas sektoral yang kuat, mulai dari instruksi Wakil Bupati, Kepala Dinas, hingga pelibatan aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kami telah melakukan identifikasi mendalam di lapangan untuk memetakan akar masalah. Sebagai langkah cepat, aksi normalisasi sudah dijalankan di kawasan Jalan Diponegoro dan wilayah Ngariboyo guna memastikan kelancaran arus air,” ujarnya,Kamis(12/03/2026).
Meski langkah darurat melalui normalisasi telah dilakukan, DPUPR menilai perlunya solusi jangka panjang yang lebih kokoh. Rokhmat menyebutkan, salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah wilayah Ngariboyo. Di sana, direncanakan akan dibangun talut serta saluran air permanen sepanjang 1,5 kilometer.
Proyek strategis tersebut diproyeksikan bakal diusulkan melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Langkah ini diambil agar penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, namun memiliki dampak jangka panjang bagi keamanan warga.
Namun realisasi pembangunan fisik tersebut bergantung pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rokhmat menyadari adanya keterbatasan anggaran daerah, sehingga pelaksanaan pembangunan nantinya akan menerapkan sistem skala prioritas.
“Realisasi proyek tentu sangat bergantung pada keputusan TAPD. Mengingat ketersediaan anggaran, kami akan melakukan pembangunan secara bertahap. Kami akan memilah mana titik yang paling krusial dan mendesak untuk segera dikerjakan,” pungkasnya.(ryn)



