Jumat, 11 September 2026
BerandaDaerahFestival Literasi Magetan 2026 Resmi Dibuka, Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas dan...

Festival Literasi Magetan 2026 Resmi Dibuka, Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas dan Layanan Publik

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Guna memperkuat budaya membaca sekaligus memperluas fungsi perpustakaan di tengah masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan meresmikan pembukaan Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Perhelatan edukatif ini dipusatkan di Gedung Graha Pusat Literasi, Plaosan, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026) oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah, Ketua Komisi A DPRD Magetan Gaguk Arif Sujatmiko, serta perwakilan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan, Endang Ambarwati, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini dirancang untuk memacu partisipasi aktif publik agar memanfaatkan fasilitas perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai wadah pembelajaran serta ruang ekspresi kreatif.

“Melalui festival ini, kami berupaya mendongkrak minat baca serta angka kunjungan perpustakaan. Selain itu, ajang ini menjadi ruang unjuk karya bagi para pelajar, masyarakat umum, hingga komunitas pegiat literasi,” ujar Endang.

Dukungan penuh turut disampaikan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas RI, Edi Wiyono, yang hadir langsung meninjau stan pameran. Pameran tersebut menyajikan ragam artefak dan karya menarik, mulai dari koleksi Monumen Pers, karya seni Mageti Art, mading 3D, manuskrip kuno, hingga galeri lukisan karya pengawas SLTA.

“Bulan September merupakan momentum penting bagi dunia literasi karena bertepatan dengan Hari Aksara Internasional serta Hari Kunjung Perpustakaan pada 14 September mendatang. Perpusnas terus mendorong agar perpustakaan di daerah bertransformasi menjadi sarana peningkatan kompetensi serta pemberdayaan masyarakat,” tutur Edi.

Sementara itu, Wakil Bupati Magetan yang akrab disapa Kang Suyat mengapresiasi kolaborasi antara literasi dan seni budaya dalam kegiatan ini. Menurutnya, pendekatan budaya efektif dipakai sebagai media sosialisasi kebijakan daerah, termasuk edukasi pengelolaan sampah demi mencegah risiko banjir.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Literasi menyuguhkan beragam kegiatan seperti bedah buku, pertunjukan seni budaya, bazar, hingga pameran kearsipan.

Tak hanya fokus pada kegiatan literasi, panitia juga menghadirkan integrasi pelayanan publik langsung di lokasi acara, mencakup layanan Samsat Keliling, pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk), sertifikasi pertanahan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Kemeriahan hari pertama festival ditutup dengan pertunjukan wayang kulit yang menampilkan dalang perempuan melalui lakon Srikandi Kridho.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru