Magetan,seputarjatim.co.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) resmi meluncurkan program inovasi bertajuk “Magetan Resik”. Inisiatif ini difokuskan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan dalam mengatasi persoalan sampah yang makin krusial.
Kepala DLHP Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, mengungkapkan bahwa tingginya laju pertumbuhan penduduk serta meningkatnya aktivitas ekonomi berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah harian. Kondisi ini menuntut hadirnya langkah penanganan yang terpadu dan berkelanjutan, mengingat tingkat kesadaran warga dalam memilah sampah masih perlu terus didorong.

“Persoalan sampah telah menjadi isu strategis daerah. Melalui inovasi Magetan Resik, kami ingin membangun sinergi antara pemerintah desa, kelurahan, dan warga agar pengelolaan sampah bisa dimulai sejak dari rumah tangga,” ujar Saif Muchlisun.
Inovasi Magetan Resik dirancang sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI. Program ini menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dari sumbernya langsung.
Langkah ini juga menjadi bentuk penguatan atas Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Melalui regulasi tersebut, Pemkab Magetan terus mendorong optimalisasi sarana penunjang lingkungan, seperti, Pembentukan dan aktivasi Bank Sampah di tingkat RT/RW maupun desa, Pengembangan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah, Peningkatan operasional TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle).
Tidak hanya berfokus pada edukasi dan pengawasan, program Magetan Resik juga menyiapkan skema penghargaan bagi pemerintah desa maupun kelurahan yang dinilai berhasil menggerakkan warganya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Saif Muchlisun berharap, stimulus berupa apresiasi ini dapat memicu kompetisi positif antardesa dalam mewujudkan kawasan yang bersih, sehat, dan hijau secara berkelanjutan.
“Tujuan akhir dari gerakan ini bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan menciptakan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan yang melekat pada keseharian masyarakat Magetan,” pungkasnya.(ryn)



