Kamis, 2 Juli 2026
BerandaPeristiwaPurna Tugas Usai 39 Tahun Mengabdi, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Magetan Luncurkan...

Purna Tugas Usai 39 Tahun Mengabdi, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Magetan Luncurkan Buku Inspiratif

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Kursi kerja Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Magetan, Suwata, tampak kosong pada Rabu (1/7/2026). Setelah mendedikasikan waktu selama 39 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magetan, Suwata resmi memasuki masa pensiun per Selasa (30/6/2026).

Menandai akhir perjalanan panjang kariernya, pejabat yang dikenal low-profile ini mempersembahkan sebuah kado perpisahan berupa buku biografi berjudul Cerita Suwata | Pengabdian 12 Tahun di Dunia Pendidikan Magetan. Buku setebal 81 halaman tersebut merangkum rekam jejaknya saat menduduki posisi strategis sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Magetan.

Salah satu bagian paling memikat dalam buku yang diterbitkan oleh Magetankita Books ini adalah pengakuan jujur Suwata mengenai sentimen pribadinya terhadap profesi guru di masa lalu.

Saat dipromosikan menjadi Kabid Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada tahun 2009, ia mengaku sempat tidak menyukai ritme kerja para pengajar yang dinilainya terlalu santai dibanding pegawai pemerintahan lainnya.

“Guru iki gawene opo, esuk wis muleh (Guru ini kerjanya apa, pagi sudah pulang),” tulis Suwata dalam bukunya, mengenang prasangka masa lalunya.

Namun, pandangan sinis itu berbalik 180 derajat begitu ia terjun langsung ke lapangan. Mengetahui fakta bahwa dari sekitar 2.000 guru di Magetan kala itu baru seratusan orang yang tersertifikasi, Suwata langsung tancap gas. Ia bekerja keras memperjuangkan kesejahteraan para guru muda hingga tuntas. Rasa benci itu pun bermutasi menjadi kepedulian yang mendalam.

Selama belasan tahun menakhodai dunia pendidikan di Magetan, Suwata menorehkan berbagai tinta emas. Buku ini membeberkan cerita di balik layar lahirnya berbagai kebijakan berdampak, mulai dari, Penyusunan tata tertib sekolah yang humanis, Penerapan kebijakan seragam adat bagi siswa, Peluncuran program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi asal Magetan.

Tak hanya itu, keberhasilannya dalam mengimplementasikan Program Guru Penggerak di tingkat daerah bahkan sempat mencuri perhatian dan mendapat apresiasi langsung dari Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek.

Dikenal Berintegritas Tinggi dan Peduli Anak Berkebutuhan Khusus
Kiprah kepemimpinan Suwata meninggalkan kesan mendalam bagi rekan sejawat dan mitra kerjanya. Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Magetan, Diantina Wiwied, menyebut Suwata sebagai mentor yang menanamkan nilai integritas yang kuat.

“Ada satu pesan Beliau yang saya terapkan hingga sekarang: jangan merepotkan dan meminta uang pada guru,” ungkap Diantina dalam testimoni buku tersebut.

Kesan serupa datang dari Anita Nurrul Febrianti, Owner Ceria Center Madiun. Sebagai praktisi yang bergerak di bidang terapi anak berkebutuhan khusus (ABK) di berbagai daerah, ia mengaku jarang menemukan sosok birokrat sepeduli Suwata.

“Saya menjalankan program terapi untuk anak berkebutuhan khusus tidak hanya di Magetan, di kota-kota lain juga. Tapi, kepala dinas yang care sekali, yang benar-benar memikirkan anak-anak itu, saya bertemu di Magetan,” kenang Anita.

Melalui lembar demi lembar catatannya, Suwata ingin menularkan filosofi hidup tentang hukum tabur-tuai. Ia meyakini bahwa apa yang kita investasikan untuk masyarakat hari ini, akan kembali dalam bentuk kebaikan di masa depan.

“Kita tidak akan pernah menuai padi jika menanam rumput liar. Demikian juga dengan kehidupan. Jika hari ini kita memberikan kebaikan dan kebahagiaan, maka percayalah hal itu sedang dalam perjalanan menuju kita. Teruslah menjadi sumber kebaikan, karena kebaikan itu sejatinya akan menerangi jalanmu sendiri,” pesan Suwata.

Saat ini, buku inspiratif tersebut sedang dalam proses naik cetak. Rencananya, karya literatur ini akan didistribusikan secara luas ke berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kabupaten Magetan sebagai sumber motivasi bagi dunia pendidikan setempat.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru