Senin, 15 Juni 2026
BerandaOlahragaLestarikan Olahraga Tradisional, KORMI Magetan Gelar Lomba Egrang untuk Pelajar SD dan...

Lestarikan Olahraga Tradisional, KORMI Magetan Gelar Lomba Egrang untuk Pelajar SD dan SMP

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Magetan menggelar perlombaan egrang dalam rangka memeriahkan Festival Bambu yang berlangsung meriah di Stadion Yosonegoro Magetan. Kompetisi ini menyasar para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari seluruh kecamatan di wilayah Magetan.

Ketua KORMI Magetan, Yok Sujarwadi, menjelaskan bahwa sebagai wadah yang menaungi induk olahraga non-prestasi, pihaknya berkomitmen untuk menghidupkan kembali kekayaan permainan tradisional.

“Kami ingin mengembangkan kembali egrang di kalangan generasi muda. Selain egrang, KORMI juga menaungi olahraga tradisional lain seperti layang-layang, gobak sodor, tarik tambang, hingga komunitas sepeda tua (KOSTI), senam Asyafi, dan tarung bebas,” ujarnya,Minggu(14/06/2026)

Menurut Yok, di balik keseruan perlombaan ini, ada misi penting untuk membentuk kepribadian anak-anak sejak dini. Permainan egrang dinilai efektif melatih ketangguhan, keuletan, perjuangan, serta mental pantang menyerah pada anak.

Di sisi lain, kegiatan fisik ini juga dirancang sebagai penyeimbang di era digital yang membuat anak-anak cenderung kecanduan gawai.

“Ini salah satu upaya kita untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Walaupun kita tahu teknologi sangat membantu dalam proses pembelajaran, namun porsi aktivitas fisik melalui olahraga tradisional seperti ini tetap harus diimbangi,” tambahnya.

Melihat antusiasme yang tinggi, Yok membocorkan bahwa KORMI Magetan berencana menggelar acara serupa dengan skala yang jauh lebih besar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Magetan mendatang. “Intinya, kami ingin olahraga tradisional ini bangkit kembali,” tegasnya.

Apresiasi senada juga datang dari Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat. Ia memberikan acungan jempol atas terselenggaranya lomba egrang ini. Menurutnya, egrang bukan sekadar permainan, melainkan media edukasi karakter yang sarat filosofi hidup.

“Permainan egrang ini mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan. Untuk bisa berjalan di atas bambu, anak-anak butuh perjuangan, keseimbangan, keuletan, ketelatenan, dan kesabaran. Ini adalah cara luar biasa untuk mengenalkan kembali identitas budaya kita,” tutur Kang Suyat.

Lebih lanjut, Kang Suyat juga menyoroti keterkaitan perlombaan ini dengan potensi ekonomi lokal. Pelaksanaan lomba egrang dinilai sejalan dengan kampanye pemanfaatan bambu di Magetan yang bernilai ekonomi tinggi.

“Bambu di Magetan punya potensi ekonomi yang besar, mulai dari industri furnitur hingga bahan baku kerajinan lokal. Kehidupan masyarakat kita masih banyak yang bergantung pada komoditas ini,” jelas Wabup.

Melalui festival dan perlombaan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat luas, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenal egrang, tetapi juga berminat untuk ikut melestarikan serta mengembangkan potensi berbasis kearifan lokal di masa depan.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru