Magetan,sputarjatim.co.id – Menjamurnya alih fungsi trotoar di wilayah perkotaan Magetan mendapat atensi serius dari Pemerintah Kabupaten. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang akrab disapa Kang Suyat, menegaskan bahwa fasilitas pedestrian harus dikembalikan ke fungsi asalnya, yakni untuk melayani pejalan kaki, bukan tempat usaha permanen.
Kang Suyat mengakui bahwa pemandangan trotoar yang “tertelan” oleh aktivitas dagang kini menjadi persoalan nyata. Beberapa titik bahkan menunjukkan adanya toko yang mengekspansi barang dagangannya hingga menutup total akses jalan bagi masyarakat dari pagi hingga malam.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati menjelaskan adanya garis tegas antara pemanfaatan fasilitas secara kondisional dengan pelanggaran permanen. Menurutnya, pemanfaatan trotoar yang bersifat sementara atau hanya pada waktu tertentu mungkin masih bisa didiskusikan, namun bukan untuk penguasaan penuh.
“Kalau dimanfaatkan mungkin pada saat malam saja dan tidak permanen, mungkin kita bisa mentoleransi. Tapi kalau sudah digunakan secara penuh dan terus-menerus hingga mengganggu pejalan kaki, maka itu sudah melanggar hak publik,” tegas Kang Suyat,Kamis(26/03/2026).
Ia menekankan bahwa solusi utama dari kekisruhan tata kota ini adalah kesadaran kolektif. Masyarakat perlu menyadari bahwa menggunakan trotoar untuk berjualan secara berlebihan berarti merampas hak orang lain atas pelayanan publik yang layak.
Menyikapi hal ini, Kang Suyat tidak tinggal diam. Ia mengaku telah menginstruksi jajarannya, termasuk Camat Magetan, untuk memberikan teguran dan sosialisasi kepada pihak-pihak yang menyalahgunakan fasilitas umum tersebut.
“Saya sudah minta Camat untuk memberitahukan kepada pihak-pihak yang melakukan kesalahan tersebut. Jika dalam waktu yang cukup peringatan tidak dihiraukan, mau tidak mau langkah penertiban harus dilakukan. Tidak ada jalan lain,” imbuhnya dengan nada tegas.
Di sisi lain, Kang Suyat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Magetan karena persoalan trotoar ini belum terselesaikan secara maksimal. Ia berjanji bahwa pemerintah daerah sedang melakukan pemetaan dan analisis mendalam untuk mencari solusi permanen.
“Kami memohon maaf jika pelayanan ini belum memuaskan. Saat ini kami sedang melakukan internalisasi dan pemetaan terhadap titik-titik yang dikeluhkan warga agar penataan kota ke depan bisa lebih baik dan tertib,” pungkasnya.(ryn)



