Magetan,seputarjatim.co.id — Fraksi Partai Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menyampaikan sejumlah catatan kritis dan saran konstruktif terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Pandangan umum tersebut disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Magetan, Marga Dwi Setyawan. Pihaknya menekankan pentingnya efektivitas serta ketepatan sasaran dalam pengelolaan alokasi anggaran daerah demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam paparannya, Fraksi Nasdem mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah strategi yang direkomendasikan mencakup penerapan sistem digitalisasi pemungutan pajak/retribusi, pengintegrasian basis data wajib pajak, pembenahan kepatuhan masyarakat, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, hingga penutupan potensi kebocoran penerimaan anggaran.
Nasdem menilai urusan pendidikan dan kesehatan harus tetap menjadi skala prioritas utama karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan fundamental publik. Dalam RAPBD 2027, alokasi anggaran untuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) tercatat sebesar Rp555,08 miliar, sedangkan untuk Dinas Kesehatan dialokasikan sebesar Rp274,05 miliar.
Marga menegaskan, besarnya nominal anggaran tersebut wajib diimbangi dengan perbaikan kualitas pelayanan secara merata.
“Di sektor pendidikan, penggunaan anggaran jangan sebatas berorientasi pada pembangunan sarana fisik semata, melainkan juga harus menyasar peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, serta pemerataan fasilitas,” ungkap Marga,Rabu(21/10/2026).
Sementara di bidang kesehatan, penambahan alokasi dana diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap kemudahan akses dan mutu layanan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah pelosok atau jauh dari pusat fasilitas kesehatan.
Selain sektor dasar, Fraksi Nasdem DPRD Magetan menyampaikan empat poin rekomendasi penting lainnya untuk Pemkab Magetan, Pemkab Magetan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta melakukan pemetaan ulang (re-mapping) lahan pertanian, pola tanam, komoditas unggulan, serta peta kebutuhan pupuk di tiap wilayah. Penataan ulang Kelompok Tani (Poktan) yang terlampau besar juga diusulkan agar manajemen lebih efektif. Hal ini krusial untuk mencegah masalah bulanan seperti kelangkaan pupuk dan gagal panen, seraya memacu digitalisasi irigasi hingga teknologi pascapanen.
Menanggapi dampak penurunan Dana Desa bagi pemerintah desa, Nasdem mengusulkan agar Pemkab meluncurkan program-program tematik di tingkat desa pada tahun 2027. Program ini disesuaikan dengan kebutuhan riil desa dan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata.
Pihaknya mengapresiasi rencana pembukaan SMK Negeri baru di Kecamatan Lembeyan pada 2027. Namun, Nasdem memberikan catatan agar Pemkab Magetan memberikan perhatian khusus pada perbaikan dan pembangunan infrastruktur pendukung, terutama jalan akses menuju lokasi sekolah.
Pemkab diminta memberikan perhatian ekstra terhadap kawasan Pasar Baru Magetan yang kini bertransformasi menjadi salah satu sentra ekonomi baru dengan menjamurnya kafe dan kuliner kekinian. Penataan infrastruktur pasar diperlukan agar area tersebut makin representatif sebagai daya tarik ekonomi daerah.(ryn)



