Magetan,seputarjatim.co.id — Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tahun 2026 menjadi momentum evaluasi mendalam bagi pembangunan sektor agraris di Kabupaten Magetan. DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Magetan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya bersyukur atas capaian ketahanan pangan saat ini, tetapi juga bersiap menghadapi tantangan global yang makin nyata.
Ketua DPD HKTI Magetan periode 2025–2030, Hendrad Subyakto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani lokal atas konsistensi mereka menjaga produktivitas daerah. Kendati demikian, ia mengingatkan agar euforia keberhasilan program pertanian tidak membuat kewaspadaan mengendur.
“Peringatan ini adalah wujud rasa syukur atas berbagai capaian program yang berjalan, sekaligus pengingat agar kita tidak lengah terhadap dinamika pertanian mendatang,” ungkap Hendrad dalam momentum HKP ke-54.
Dalam pengamatannya, Hendrad membeberkan dua isu sentral yang menjadi tantangan berat sektor pertanian di Magetan, yaitu kelangkaan regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan tekanan biaya operasional usaha tani.
Ia menyayangkan terus menurunnya keterlibatan generasi muda di sektor agraris. Menurutnya, kelangsungan ketahanan pangan daerah berada dalam ancaman serius jika minat pemuda untuk terjun ke sawah terus tergerus.
Di sisi lain, ketatnya persaingan harga pasar menuntut para petani untuk adaptif. Keberlanjutan usaha tani saat ini sangat bergantung pada kemampuan menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas hasil panen.
“Persaingan harga ke depan akan kian sengit. Pihak yang mampu bertahan adalah mereka yang cerdas memangkas biaya produksi, sehingga marjin keuntungan tetap kompetitif,” tegasnya.
Menjawab persoalan krusial tersebut, HKTI Magetan berkomitmen untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya kaum muda, terhadap profesi petani. Mengikis pandangan miring bahwa sektor pertanian identik dengan kemiskinan menjadi prioritas organisasi.
Hendrad optimistis, dengan sentuhan modernisasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna, sektor pertanian justru mampu menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi melebihi bidang pekerjaan lainnya.
“Anak-anak muda harus diberi bukti konkret bahwa pertanian adalah ruang usaha yang sangat menjanjikan. Persepsi bahwa petani itu berpendapatan rendah harus kita kikis lewat penerapan teknologi dan terobosan baru,” tambah Hendrad.
Melalui peringatan Hari Krida Pertanian tahun ini, HKTI Magetan berharap seluruh pihak dapat bersinergi mendorong modernisasi pertanian demi mewujudkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.(ryn)



