Rabu, 14 Oktober 2026
BerandaPendidikanGandeng MGMP Magetan, PBSI Unesa 5 Dorong Revitalisasi Sastra Lokal di Bangku...

Gandeng MGMP Magetan, PBSI Unesa 5 Dorong Revitalisasi Sastra Lokal di Bangku Sekolah

-

Magetan,seputarjatim.co.id— Upaya menghidupkan kembali minat apresiasi sastra lokal di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) terus digelorakan. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kolaborasi strategis bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Magetan, Senin (12/10/2026).

Berlangsung di Kampus Unesa 5, agenda ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan tantangan sekaligus potensi pengembangan bahan ajar sastra berbasis kearifan lokal agar pembelajaran di kelas menjadi lebih kontekstual, inklusif, dan interaktif.

Dalam diskusi tersebut, terungkap fakta bahwa pembelajaran sastra di sekolah selama ini masih didominasi oleh pemahaman teori dan analisis unsur formal semata. Akibatnya, pemanfaatan karya sastra daerah serta pengalaman mengapresiasi cerita lokal oleh peserta didik belum tergarap secara maksimal.

Ketua Tim PKM sekaligus Koordinator Program Studi PBSI Unesa 5, Riki Nasrullah, menegaskan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi narasi-narasi lokal di dalam kurikulum Bahasa Indonesia.

“Sastra lokal bukan sekadar cerita untuk dibaca, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan siswa. Potensi ini perlu dimanfaatkan agar pembelajaran sastra lebih bermakna dan tidak hanya berhenti pada pemahaman teori,” ujar Riki.

Riki menambahkan, beragam ragam cerita rakyat Magetan mulai dari fabel, mite, legenda, hingga sage memiliki potensi besar menjadi materi ajar alternatif. Selain memperkenalkan kekayaan warisan budaya, penanaman nilai-nilai lokal ini efektif membina karakter murid.

Di sisi lain, para tenaga pendidik menyampaikan dinamika yang dihadapi di lapangan. Banyak siswa merasa kurang percaya diri saat diminta memproduksi karya seperti puisi dan cerpen, serta cenderung kesulitan mencerna materi berbasis bacaan yang panjang. Menjawab tantangan tersebut, pembelajaran dinilai perlu bertransformasi menggunakan media digital dan audiovisual.

FGD ini juga merekomendasikan penelusuran cerita tutur yang belum populer, termasuk kisah-kisah seputar petilasan dan situs sejarah di berbagai penjuru Magetan. Penelusuran dapat dilakukan melalui dokumentasi tertulis maupun wawancara tokoh setempat untuk kemudian dikemas menjadi bahan ajar modern, seperti antologi, poster digital, video, hingga modul mini.

Melalui sinergi ini, PBSI Unesa berharap peran MGMP sebagai wadah belajar profesional antar-guru semakin solid. Hasil dari pertemuan ini diproyeksikan menjadi pijakan awal penyusunan sumber belajar sastra lokal berbasis digital serta pembuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya lokal demi meningkatkan minat baca generasi muda.(*)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru