Minggu, 5 April 2026
BerandaDaerahDrainase Tak Optimal, Anggota DPRD Jatim Temukan Titik Banjir dan Jalan Rusak...

Drainase Tak Optimal, Anggota DPRD Jatim Temukan Titik Banjir dan Jalan Rusak di Magetan

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan pada Sabtu (4/4/2026) petang kembali memicu banjir di sejumlah titik strategis. Kondisi ini memantik perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Sasa, yang langsung terjun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi terdampak saat debit air masih tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, luapan air mulai terlihat di kawasan Pasar Sayur Magetan hingga meluas ke arah utara. Diana Sasa bergerak menyisir area tersebut sesaat setelah menerima keluhan dari warga yang bermukim di zona langganan banjir.

“Begitu menerima laporan warga saat waktu Magrib, saya langsung meluncur ke lapangan. Saya menyusuri jalur dari Pasar Sayur hingga ke utara untuk melihat kondisi riilnya,” ungkap legislator tersebut di sela-sela peninjauannya,Sabtu(04/04/2026).

Dalam penelusuran tersebut, ditemukan fakta bahwa sistem drainase di perempatan Pasar Sayur gagal menampung debit air. Air justru meluap keluar dari bak kontrol (inlet) dan membanjiri badan jalan raya dengan arus yang cukup kuat.

Kondisi lebih memprihatinkan terpantau di sekitar lampu merah dekat SMPN 4 Magetan. Luapan air dari area persawahan di sisi barat tidak hanya menggenangi fasilitas publik seperti TK Aisyiyah dan masjid setempat, tetapi juga menyebabkan kerusakan fisik pada sarana transportasi.

“Arus airnya sangat kencang, bahkan sampai membuat aspal jalan mengelupas. Ini sudah masuk kategori membahayakan pengguna jalan dan merusak infrastruktur,” tegas Diana.

Guna mengantisipasi kecelakaan, Diana bersama warga setempat sempat melakukan aksi darurat dengan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur timur yang dianggap lebih aman, meskipun kendaraan harus melintas secara bergantian.
Penyebab utama banjir mulai terkuak saat peninjauan berlanjut ke Jalan Diponegoro. Setelah dilakukan pengecekan pada gorong-gorong, ditemukan endapan lumpur yang cukup tebal yang menyumbat aliran air. Hal serupa ditemukan di kawasan Pondok Az Zahro, di mana volume air yang besar mengalir deras ke area yang lebih rendah hingga memperparah genangan.

“Masalah utamanya adalah pemeliharaan yang tidak maksimal. Di Jalan Diponegoro, drainase tersumbat lumpur. Ini menunjukkan sistem pembersihan rutin tidak berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Meski air cenderung cepat surut setelah hujan reda, Diana menekankan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata. Menurutnya, persoalan ini bersifat struktural dan memerlukan langkah teknis yang komprehensif.

“Drainase harus dihitung ulang kapasitasnya. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya nyata, mulai dari kerusakan jalan hingga ancaman keselamatan warga. Harus ada tindakan nyata dan cepat dari pihak terkait,” pungkasnya.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru