Magetan,seputarjatim.co.id — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan terus mengejar penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur jalan dan sarana air di berbagai titik. Meskipun sempat diwarnai kendala teknis hingga penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pengerjaan fisik secara keseluruhan dipastikan sudah mulai berjalan.
Kepala DPUPR Magetan,Muhtar Wakid mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan seperti pada pemulihan jalur terdampak bencana serta pengerjaan jalan strategis. Beberapa ruas yang tengah dikerjakan antara lain pemulihan pascabencana di Jalan Jambu, pengerjaan jalur Parang–Kalipucang, serta ruas Parang–Sayutan.

“Untuk rute Parang–Sayutan, pengerjaan pengaspalan sepanjang dua kilometer dilakukan dalam dua lapis, masing-masing setebal 6 sentimeter dan 4 sentimeter,” terangnya,Senin(20/07/2026).
Sementara itu, proyek pelebaran Jalan Sidowayah sepanjang 2,4 hingga 2,5 kilometer memiliki kendala dan tantangan tersendiri. Rencana pelebaran dari lebar semula 5 meter menjadi 10 meter tersebut menggunakan lahan milik masyarakat setempat.
Guna menyiasati ketiadaan alokasi anggaran ganti rugi tanah, pihak dinas melakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan dialog langsung bersama warga.
“Kuncinya ada pada komunikasi. Kami kumpulkan masyarakat untuk meminta izin dan kerelaan mereka melepaskan sebagian lahannya demi kepentingan umum tanpa ganti rugi uang. Alandhamdulillah, pendekatan ini direspons baik dan pengerjaan di lapangan kini sudah berlangsung,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, DPUPR juga terus mematangkan penanganan kendala teknis pada beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti pembangunan Embung Sidowayah.(ryn)



