Magetan,seputarjatim.co.id – Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr. Sayidiman Magetan berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan kembali fungsi tubuh pasien yang terganggu akibat penyakit kronis, cedera fisik, maupun efek pascaoperasi. Layanan pemulihan medis ini juga dipastikan ramah bagi peserta BPJS Kesehatan, selama mengikuti mekanisme rujukan yang berlaku.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD dr. Sayidiman, dr. Ana Mursyida, menjelaskan bahwa fokus utama dari disiplin ilmu ini adalah mengembalikan kemandirian gerak pasien agar mereka dapat kembali beraktivitas normal tanpa ketergantungan penuh pada orang lain.

“Mayoritas pasien yang kami tangani mengalami keterbatasan mobilitas akibat stroke, trauma cedera, atau efek setelah tindakan bedah. Di sinilah peran rehabilitasi medik untuk mengembalikan performa fisik mereka secara maksimal,” ujar dr. Ana,Selasa(19/05/2026)
Secara klinis, dr. Ana memaparkan bahwa fasilitas yang dipimpinnya melayani berbagai spektrum kasus kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi, Pemulihan pasca-serangan Stroke, Manajemen nyeri pada persendian dan otot, Penanganan gangguan saraf dan kelainan tulang belakang, Rehabilitasi pasca-operasi ortopedi (tulang), Terapi pemulihan kelumpuhan atau cedera akibat kecelakaan, Intervensi terapi untuk anak-anak yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang.
Untuk mencapai pemulihan yang ideal, setiap pasien akan mendapatkan program terapi spesifik yang disesuaikan dengan diagnosis dokter. Penanganan interdisipliner ini mencakup fisioterapi, stimulasi penguatan otot, latihan menjaga keseimbangan, terapi berjalan, hingga pelatihan aktivitas domestik sehari-hari.
Dokter Ana mengingatkan bahwa proses rehabilitasi fisik merupakan penanganan yang sifatnya berkelanjutan dan membutuhkan waktu. Kecepatan tindakan awal menjadi kunci utama keberhasilan terapi.
“Proses penyembuhan ini tidak terjadi dalam sekejap, melainkan bertahap. Aturan mainnya sederhana semakin dini terapi dimulai, peluang fungsi tubuh kembali normal akan jauh lebih besar,” imbuhnya.
Pihak manajemen RSUD dr. Sayidiman Magetan telah menyiagakan jajaran tenaga medis profesional serta peralatan terapi penunjang yang representatif untuk mendukung kenyamanan pasien.
Di akhir penjelasannya, dr. Ana menyayangkan masih adanya fenomena penundaan pengobatan di tengah masyarakat saat merasakan gejala kelemahan fungsi tubuh atau gangguan gerak.
“Kami sering menjumpai kasus di mana pasien sebenarnya punya prognosis (peluang sembuh) yang sangat bagus, namun hasilnya kurang maksimal karena terlambat dibawa terapi. Padahal, intervensi dini adalah kunci mempercepat masa pemulihan,” pungkasnya.
Bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya yang membutuhkan penanganan ini, akses konsultasi dibuka melalui poliklinik terkait di RSUD dr. Sayidiman, baik menggunakan jalur pasien umum maupun jaminan BPJS Kesehatan.(ryn)



