Magetan,seputarjatim.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Magetan, H. Suyatno, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat menyusul kasus hukum yang menjerat sejumlah anggota dewan. Dalam pernyataan resminya, ia mengaku sangat prihatin dan menyebut insiden ini sebagai titik balik yang pahit bagi lembaga legislatif setempat.
Suyatno yang merupakan politisi senior menekankan bahwa peristiwa penahanan enam tersangka kasus korupsi dana hibah Pokir ini adalah sejarah kelam selama ia berkarier di parlemen.
Dengan nada bicara yang mendalam, Suyatno mengungkapkan bahwa selama hampir tiga dekade menjabat, dirinya baru kali ini menyaksikan rekan sejawatnya harus berurusan dengan meja hijau dalam skala seperti ini.
“Selama 27 tahun saya menjadi anggota dewan, baru kali ini kita mengalami peristiwa seperti ini. Ini adalah pelajaran yang sangat penting, bukan hanya bagi saya pribadi, tapi bagi kita semua tanpa terkecuali,” ungkap Suyatno,Sabtu(25/04/2026)
Pasca penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua, Suyatno mengingatkan seluruh jajaran anggota DPRD Magetan untuk kembali ke marwah awal sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan pentingnya ketaatan pada regulasi dan menjauhi motif keuntungan pribadi dalam menjalankan program kerja.
Meskipun menyadari citra lembaga sedang dipertaruhkan, Suyatno meminta masyarakat untuk tidak memukul rata perilaku seluruh anggota dewan. Ia menegaskan bahwa masih banyak anggota DPRD Magetan yang bekerja dengan jujur dan memiliki dedikasi tinggi untuk daerah.
“Saya atas nama institusi DPRD memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Magetan. Kami berharap masalah ini bisa diatasi dengan baik dan menjadi momentum untuk perbaikan total di masa depan,” pungkasnya.(ryn)



