Jumat, 27 Maret 2026
BerandaDaerahWajah "Adem" Magetan Terusik Oknum, Trotoar Berubah Fungsi Jadi Garasi dan Lapak...

Wajah “Adem” Magetan Terusik Oknum, Trotoar Berubah Fungsi Jadi Garasi dan Lapak Dagang

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Kabupaten Magetan yang dikenal dengan suasananya yang sejuk dan tenang kini mulai menuai sorotan. Keindahan kota yang identik dengan udara pegunungan ini dinilai kian semrawut akibat maraknya alih fungsi fasilitas umum (fasum) oleh oknum warga untuk kepentingan pribadi.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak hak pejalan kaki yang terampas. Trotoar yang seharusnya menjadi zona aman bagi masyarakat, justru beralih fungsi menjadi tempat parkir permanen mobil pribadi, lapak pedagang kelontong yang memakan bahu jalan, hingga pemasangan instalasi mesin pom bensin mini (Pertamini) di atas trotoar.

Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat yang rutin menggunakan fasilitas publik tersebut. Haryono(68), salah seorang warga Magetan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap degradasi fungsi trotoar di wilayah perkotaan.

“Magetan itu sebenarnya adem dan nyaman, tapi sekarang jadi semrawut dan terkesan kumuh. Banyak trotoar yang beralih fungsi. Saya setiap pagi mulai jam 06.00 WIB selalu olahraga jalan kaki, dan kami butuh trotoar yang aman. Tapi kenyataannya selalu terganggu karena ada dagangan di tengah jalan (trotoar),” ujar Haryono,Kamis(26/03/2026)

Ia juga menambahkan bahwa fenomena “garasi dadakan” di atas trotoar memperburuk estetika kota. Mirisnya, Haryono menilai pihak otoritas terkait seolah menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi secara masif ini.

Alih fungsi trotoar ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga melanggar aturan tata ruang dan hak asasi pengguna jalan. Keberadaan mesin pom mini di jalur pedestrian bahkan berpotensi menimbulkan risiko keamanan bagi warga yang melintas.

Masyarakat kini mempertanyakan ketegasan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) terkait ketertiban umum. Jika terus dibiarkan tanpa adanya penertiban, citra Magetan sebagai kabupaten yang tertib dan nyaman dikhawatirkan akan luntur dan berganti dengan kesan kumuh serta tidak ramah pejalan kaki.

Sementara itu Kepala bidang penegak Perda Satpol PP Magetan,Gunendar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Gunendar menjelaskan bahwa prosedur penertiban saat ini masih berada dalam tahap persuasif. Pihak Satpol PP memilih untuk mengedepankan pembinaan terlebih dahulu sebelum melakukan penindakan.

“Kami sudah mulai melakukan pembinaan di lapangan. Untuk saat ini, tindakan yang diambil baru sebatas teguran dan pemberian arahan kepada para pemilik usaha maupun oknum warga yang bersangkutan,” ungkap Gunendar.

Meski saat ini masih dalam tahap teguran pertama, Gunendar memperingatkan bahwa langkah hukum yang lebih tegas akan diambil jika pembinaan tersebut tidak diindahkan. Satpol PP tidak akan segan melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku apabila trotoar tetap digunakan sebagai garasi pribadi atau tempat berjualan yang mengganggu akses publik.

“Jika setelah proses pembinaan ini masih ditemukan pelanggaran yang sama, maka langkah selanjutnya adalah penindakan tegas. Kami memantau perkembangannya di lapangan,” tambahnya.

Langkah responsif dari Satpol PP ini sangat dinantikan oleh warga, mengingat estetika kota Magetan yang mulai terkesan kumuh dan membahayakan keselamatan pejalan kaki yang terpaksa turun ke bahu jalan akibat trotoar yang terokupasi.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru