Senin, 6 April 2026
BerandaDaerahWabup Magetan Jelaskan Esensi 'Revolusi Drainase': Ubah Mindset untuk Atasi Banjir

Wabup Magetan Jelaskan Esensi ‘Revolusi Drainase’: Ubah Mindset untuk Atasi Banjir

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Istilah ‘Revolusi Drainase’ yang kerap digaungkan oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, kini tengah menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Meski sempat menuai kritik karena dianggap membingungkan, pria yang akrab disapa Kang Suyat ini memberikan klarifikasi mendalam mengenai urgensi di balik gagasan tersebut.

Menurut Kang Suyat, istilah “revolusi” sengaja dipilih untuk menekankan perlunya perubahan skala besar yang melibatkan seluruh lapisan sosial secara cepat. Hal ini sangat kontras dengan “evolusi” yang bersifat alamiah dan cenderung lambat.

“Masalah drainase di Magetan sudah berurat berakar dari berbagai sisi. Jika kita hanya melakukan perubahan biasa, masalah ini tidak akan selesai,” ujar Kang Suyat pada Senin (6/4/2026).

Dalam penjelasannya, Kang Suyat merinci bahwa cakupan drainase tidak hanya terbatas pada saluran air di pinggir jalan, tetapi melingkupi area pemukiman, irigasi sawah, hingga ke hulu sungai.

Ia menyoroti banyaknya pelanggaran yang terjadi akibat rendahnya kesadaran masyarakat, seperti Pembangunan jembatan masuk rumah yang menutup saluran air, Pembangunan hunian di atas jalur drainase,Kebiasaan membuang sampah dan limbah pertanian (jerami) ke saluran air, Penutupan aliran drainase oleh petani yang sering lupa dibuka kembali saat hujan deras.

“Ini bukan lagi soal teknis pembangunannya saja, tapi sudah masuk ke persoalan pola pikir (mindset). Kita butuh perubahan struktural dan kultural untuk memahami betapa vitalnya fungsi drainase,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Magetan kini mendorong program bantuan dana RT sebesar Rp3 juta per tahun. Dana tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong.

Kang Suyat menyarankan agar sebagian dana tersebut, misalnya sebesar Rp500 ribu, dialokasikan untuk konsumsi kerja bakti membersihkan sedimen tanah maupun sampah yang menyumbat aliran air.

“Melalui program Guyup Rukun RT, kami ingin setiap lingkungan melakukan langkah preventif sebelum musim penghujan tiba. Jika dilakukan secara serentak, masalah banjir dan kerusakan infrastruktur akibat air meluap bisa diatasi lebih cepat,” tambahnya.

Di akhir penjelasannya, Kang Suyat menekankan bahwa inti dari ‘Revolusi Drainase’ adalah kolaborasi terpadu. Ia tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang menggunakan istilah lain, asalkan esensinya tercapai, yakni menggeser paradigma masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Esensinya adalah menggugah pola pikir dan aksi nyata melalui gotong royong,” pungkasnya.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru