Sabtu, 11 April 2026
BerandaDaerahSikapi Surat Terbuka Terkait Banjir dan Agenda Jakarta, Bupati Magetan Nanik Sumantri...

Sikapi Surat Terbuka Terkait Banjir dan Agenda Jakarta, Bupati Magetan Nanik Sumantri Tegaskan Komitmen Transparansi

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Bupati Magetan, Nanik Sumantri, secara resmi menanggapi surat terbuka yang dilayangkan warga terkait penanganan pascabanjir dan rencana agenda kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Jakarta. Langkah ini diambil sebagai upaya meluruskan disinformasi sekaligus memperkuat komunikasi publik yang konstruktif.

Menanggapi kritik mengenai penanganan banjir yang melanda beberapa wilayah di Magetan, Bunda Nanik menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang mencari pihak untuk disalahkan. Sebaliknya, Pemkab kini tengah fokus melakukan evaluasi total pada aspek teknis, infrastruktur irigasi, hingga pola pemanfaatan lahan.

“Kami sedang memetakan solusi jangka pendek hingga panjang melalui investigasi lapangan. Meski belum bisa memenuhi ekspektasi semua pihak secara instan karena adanya skala prioritas, kami pastikan penanganan terus berjalan sesuai prosedur,” ujar Bunda Nanik,Sabtu(11/04/2026)

Ia juga memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi pemukiman warga yang masih terendam lumpur. Pemerintah berkomitmen menjamin masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas normal, didukung oleh kesiapan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah dialokasikan untuk mitigasi bencana.

Terkait pertanyaan publik mengenai kunjungan kerja ke Jakarta pada 17-19 mendatang, Bupati menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan pemenuhan undangan Gubernur Jawa Timur serta Forum Komunikasi Pawitandirogo.

Acara yang digelar di Anjungan Jatim TMII dan gedung milik TNI AU tersebut bertujuan untuk, Promosi Potensi Daerah dengan Mengenalkan produk unggulan Magetan di tingkat nasional, Sinkronisasi Pembangunan, Berdiskusi dengan pemerintah daerah tetangga (Pacitan, Ngawi, Madiun, Ponorogo) untuk menyelaraskan program kewilayahan, Melakukan pemaparan langsung mengenai kendala pembangunan infrastruktur di Magetan kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjemput bola untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah melalui bantuan pusat dan partisipasi warga perantauan (IKMA),” tambahnya.

Bunda Nanik menyadari bahwa di tengah gejolak ekonomi global, perjalanan dinas seringkali dipandang negatif. Namun, ia menjamin bahwa setiap kegiatan telah melalui seleksi ketat berdasarkan urgensi dan rasionalitas.

“Efisiensi bukan berarti meniadakan kegiatan, melainkan memilih yang benar-benar berdampak pada kontribusi pembangunan ke depan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas kritik dan saran dari masyarakat sebagai bukti hidupnya demokrasi di Magetan. Sesuai dengan semangat “Magetan Kumandang yen Kabeh Tumandang”, Pemkab mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam membangun daerah, baik yang berada di wilayah Magetan maupun di perantauan.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru