Magetan,seputarjatim.co.id– Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kabupaten Magetan memadati kantor DPC di Jalan Raya Sukomoro-Maospati. Momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) partai ke-53 ini menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus penegasan komitmen partai untuk kembali mendominasi kancah politik lokal.
Perayaan yang berlangsung khidmat namun sederhana ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Panitia HUT, Joko Suyono. Potongan tumpeng tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kader senior dan kader termuda sebagai lambang estafet perjuangan antar-generasi.
Joko Suyono mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini terasa istimewa lantaran bertepatan dengan langkah awal kepengurusan baru di bawah komando “Mbak Sasa”. Menurutnya, PDI Perjuangan Magetan tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga strategi pendekatan konstituen.
“Kami sedang berbenah total dari dalam. Renovasi kantor DPC dan mushala dilakukan agar tempat ini benar-benar menjadi rumah bagi semua kalangan. Selain itu, kami juga menambah armada kendaraan BAGUNA untuk meningkatkan pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujar Joko,Sabtu(10/01/2026).
Lebih lanjut, Joko menekankan bahwa fokus utama partai ke depan adalah merangkul kelompok Milenial dan Gen Z. Langkah ini diambil untuk memastikan partai tetap relevan dengan dinamika zaman dan mampu menjaring aspirasi pemilih muda di Magetan.
Suasana haru dan hangat menyelimuti acara saat Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Magetan, Samsul Hidayat, hadir memberikan kejutan. Samsul memberikan kado berupa buku karyanya yang berjudul “Sang Surya dari Timur Lawu: Euforia Muhammadiyah Magetan dari Era Reformasi”.
Buku tersebut memotret sejarah panjang Muhammadiyah di Magetan sejak tahun 1940 hingga 2022. Pemberian kado ini bukan tanpa alasan; Samsul mengingatkan kembali kedekatan historis antara kedua entitas tersebut.
“Bung Karno pernah menjadi pengurus Muhammadiyah di Bengkulu. Hadiah buku ini adalah simbol untuk merawat hubungan baik dan mengenang sejarah panjang antara PDI Perjuangan dan Muhammadiyah,” tutur Samsul.
Terkait target politik, Joko Suyono optimistis PDI Perjuangan Magetan mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD secara signifikan. Meski mengakui adanya fluktuasi perolehan kursi dalam beberapa periode terakhir—dari puncaknya 21 kursi hingga sempat menyentuh angka 6 kursi—ia yakin semangat gotong royong akan membawa partai kembali ke masa kejayaan.
“Dinamika politik itu nyata, tapi kami punya pengalaman dan mentalitas untuk bangkit. Kami akan bekerja keras merebut kembali kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Rangkaian acara di Magetan ini ditutup dengan aksi sosial donor darah untuk umum dan pembagian 530 tumpeng kepada masyarakat sekitar. Selain agenda lokal, para kader juga mengikuti jalannya peringatan HUT ke-53 secara nasional melalui sambungan Zoom yang terhubung langsung dengan perayaan pusat di Jakarta.(ryn)



