Magetan,seputarjatim.co.id – Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan kembali bergerak. Bertempat di Pendopo Surya Graha, Bupati Magetan Nanik Sumantri secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II (Pimpinan Tinggi Pratama), kepala sekolah, hingga kepala puskesmas,Selasa(10/03/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mengakselerasi kualitas pelayanan kepada masyarakat Magetan.
Dalam arahannya, Bupati Nanik Sumantri menekankan bahwa setiap pejabat yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar. Ia meyakini bahwa para figur yang dipilih mampu mengemban amanah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya besar kita untuk memperkuat pelayanan publik di Magetan. Pemerintah harus bergerak lebih cepat agar mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati Nanik dalam sambutannya.
Dalam mutasi kali ini, terdapat sejumlah pejabat yang mendapatkan rotasi jabatan baru, sementara beberapa kepala OPD lainnya dikukuhkan kembali pada posisi semula.
Berikut adalah beberapa perubahan signifikan di level Pimpinan Tinggi Pratama:
Suhardi kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (menggantikan Suwata).
Suwito dipercaya memimpin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (menggantikan Joko Trihono).
Benny Adrian mengisi posisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (menggantikan Sunarti Condrowati).
Eko Muryanto kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah.
Parminto Budi Utomo bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Elmi Kurnianto menduduki kursi Kepala Dinas Sosial.
Jaka Risdiyanto resmi menjabat sebagai Sekretaris DPRD Magetan.
Joko Trihono kini dipercaya mengelola Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah.
Sukartini mengisi jabatan baru sebagai Kepala Dinas PPKBPPPA.
Sementara itu, beberapa pejabat tetap bertahan di posisinya (dikukuhkan kembali), di antaranya Sucipto (Dinas Indag), Uswatul Chasanah (Dinas TPHPP), Masruri (BKPSDM), dan Saif Muchlissun (DLH Pangan).
Penyegaran birokrasi ini diharapkan tidak menghambat program kerja yang sedang berjalan, melainkan menjadi pemicu semangat baru bagi setiap instansi, mulai dari tingkat dinas hingga satuan pendidikan dan kesehatan di tingkat puskesmas.(ryn)



