Magetan,seputarjatim.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi kemanusiaan yang diinisiasi oleh civitas akademika Kampus UNESA 5 Magetan bersama Pemerintah Daerah. Melalui kegiatan bertajuk “Merajut Harmoni Ramadan”, kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh solidaritas sosial.
Acara yang berpusat di lingkungan Kampus UNESA 5 ini diisi dengan serangkaian agenda bermakna, mulai dari pembagian takjil kepada warga sekitar, buka puasa bersama, hingga pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Momentum ini dipandang bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan jajaran birokrasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Magetan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Magetan.
Ketua Komisi A DPRD Magetan dari Fraksi NasDem, Gaguk Arif Sujatmiko, menyatakan bahwa sinergi semacam ini merupakan langkah konkret dalam membangun harmoni di tengah masyarakat. Menurutnya, keterlibatan institusi pendidikan dalam aksi sosial memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga.
“Ini merupakan langkah yang sangat positif. Kerja sama antara UNESA dengan Pemkab Magetan dalam kegiatan sosial patut kita acungi jempol. Selain memperkuat relasi antarlembaga, manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang memang membutuhkan perhatian kita semua,” ujar Gaguk,Jumat(06/03/2026)
Lebih lanjut, Gaguk menekankan bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk mengasah empati dan solidaritas. Ia berharap semangat berbagi ini tidak meredup seiring berakhirnya bulan suci, namun tetap menjadi budaya yang terus dilestarikan oleh berbagai pihak di Magetan.
“Kami berharap gerakan ini menjadi pemicu bagi instansi lain untuk terus menebar manfaat. Semoga kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis dan membawa berkah bagi seluruh warga Magetan,” pungkasnya.
Dengan adanya agenda ini, diharapkan hubungan antara akademisi dan pemerintah daerah semakin solid, tidak hanya dalam bidang pendidikan formal, tetapi juga dalam pembangunan karakter dan kesejahteraan sosial masyarakat.(ryn)



