Magetan,seputarjatim.co.id – Pesona Telaga Sarangan rupanya belum tergeser sebagai destinasi utama bagi para pelancong selama masa libur Lebaran 2026. Meski tercatat adanya tren penurunan jumlah kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya, objek wisata andalan Kabupaten Magetan ini tetap menyerap puluhan ribu wisatawan.
Total kunjungan ke Telaga Sarangan pada periode 18 hingga 22 Maret 2026 menembus angka 36.900 orang. Kepala Disbudpar Magetan, Suwito, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan penyusutan sekitar 5% jika disandingkan dengan capaian pada momen Lebaran 2025 lalu.
“Puncak arus wisatawan sendiri terjadi pada Senin, 23 Maret 2026. Dalam satu hari tersebut, tercatat sebanyak 17.635 pengunjung memadati kawasan Sarangan,” ujar Suwito dalam keterangannya,Selasa(24/03/2026).
Secara akumulatif, geliat pariwisata di seluruh wilayah Magetan mencatatkan angka yang cukup signifikan. Suwito memaparkan, terdapat total 41.000 pelancong yang tersebar di 26 titik destinasi wisata di seluruh kabupaten selama musim liburan kali ini.
Menganalisis fenomena turunnya jumlah wisatawan sebesar 5%, Suwito mengidentifikasi beberapa faktor krusial. Menurutnya, kondisi ekonomi makro dan pengaruh global turut berdampak pada daya beli serta minat rekreasi masyarakat. Selain itu, faktor alam menjadi kendala yang tidak bisa dihindari.
“Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini juga menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam bepergian,” tambahnya.
Guna menjamin kepuasan dan keselamatan pengunjung, Pemkab Magetan telah menerapkan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif. Disbudpar bersinergi dengan BPBD untuk manajemen keamanan dan keselamatan, serta menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) demi menjaga kenyamanan serta kebersihan lokasi wisata.
Tak hanya itu, rekayasa lalu lintas juga menjadi fokus utama untuk mengurai kepadatan di jalur-jalur rawan macet. Sebagai terobosan di tahun ini, pihak dinas mulai mengoptimalkan manajemen digitalisasi.
“Kami terus berupaya meningkatkan layanan melalui sistem digital demi mempermudah akses dan koordinasi di lapangan, sehingga pengalaman berwisata di Magetan tetap berkesan bagi masyarakat,” pungkas Suwito.(ryn)



