Kamis, 5 Maret 2026
BerandaDaerahMagetan Dikepung Banjir Luapan di Enam Titik, Warga Diminta Tidak Membuang Sampah...

Magetan Dikepung Banjir Luapan di Enam Titik, Warga Diminta Tidak Membuang Sampah di Saluran Irigasi

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan pada Selasa (3/3/2026) sore hingga malam hari memicu banjir luapan di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat sedikitnya enam lokasi terendam air dan satu titik mengalami longsor.

Hujan yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB tersebut menyebabkan debit air meningkat tajam hingga meluap ke pemukiman dan jalan raya. Berdasarkan data pusdalops BPBD, wilayah yang terdampak meliputi:

Kecamatan Ngariboyo: Kawasan Mushola Ar-Rahim (Dukuh Jetis), Perempatan Ngariboyo, dan kediaman warga di Dukuh Panasan, Desa Mojopurno.

Kecamatan Magetan: Jl. Kemasan (belakang SMKN 2 Magetan), Jl. Magetan-Gorang Gareng, serta Jl. Diponegoro di Kelurahan Selosari.

Keganasan arus air sempat terekam dalam video amatir yang viral di platform WhatsApp dengan narasi “Pray for Ngariboyo”. Dalam video tersebut, tampak para pedagang takjil harus gigit jari karena lapaknya diterjang air sebelum sempat menjajakan dagangan.

“Walah, sepuluh ribu saja tidak dapat ini,” keluh salah satu pedagang dalam rekaman tersebut, menggambarkan kerugian ekonomi yang dialami warga akibat cuaca ekstrem ini.

Merespons situasi tersebut, personel BPBD Magetan bersama agen bencana provinsi langsung terjun ke lokasi, khususnya di Desa Banjarejo dan Ngariboyo. Fokus utama petugas adalah melakukan asesmen dan membongkar sumbatan pada saluran irigasi yang dipenuhi sampah.

Kepala BPBD Magetan, Eka Raditya, memastikan bahwa kondisi mulai terkendali menjelang tengah malam.

“Pada pukul 20.49 WIB, proses penanganan dinyatakan selesai dan debit air di seluruh titik lokasi terpantau sudah surut total,” ujar Eka.

Selain banjir, BPBD juga menyoroti kejadian longsor di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Talud penahan jalan sepanjang 12 meter dengan ketinggian 10 meter dilaporkan ambrol dan menutup akses irigasi di bawahnya.

Petugas memperingatkan adanya risiko longsor susulan yang mengancam rumah milik Gito (75), warga RT 33/RW 5. Saat ini, pemantauan intensif terus dilakukan di area rawan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pihak otoritas menghimbau masyarakat Magetan untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah. Penyumbatan saluran air menjadi faktor utama penyebab meluapnya air ke jalanan dan pemukiman saat hujan deras melanda.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru