Magetan,seputarjatim.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengambil langkah preventif untuk meredam lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Gerakan Pangan Murah (GPM) resmi digelar di Kecamatan Kartoharjo sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
Program ini merupakan sinergi strategis antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Magetan, hingga melibatkan pihak swasta seperti PG Rejosari dan Bulog.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Magetan, Awang Arifani, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada 11 komoditas pangan pokok yang biasanya mengalami fluktuasi harga setiap memasuki masa Ramadan dan Idulfitri.

“Ini adalah misi bersama, termasuk tim TPID, untuk mengendalikan harga di wilayah Magetan. Meskipun tidak ada subsidi langsung, barang-barang di sini didatangkan langsung dari produsen atau harga konsumen pertama, sehingga dijamin lebih murah dibanding harga pasar,” terang Awang,Kamis(05/03/2026)
Mengingat Kecamatan Kartoharjo merupakan salah satu sentra produksi beras di Magetan, pasokan beras dalam GPM kali ini disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Beberapa komoditas yang dihadirkan antara lain, Beras tersedia sekitar 1 ton (hasil kolaborasi Bulog dan kios pangan), Minyak Goreng tersedia 60 kardus kemasan satu liter dan untuk Telur Ayam tersedia stok sebanyak 100 kg.
Terkait kondisi pasar saat ini, Awang memastikan bahwa stok pangan di Kabupaten Magetan dalam posisi yang sangat aman. Ia mengakui ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, namun secara umum masih berada di bawah atau setara Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying. Secara umum harga masih terkendali. Hanya cabai rawit yang saat ini terpantau melampaui HET, sementara daging masih di bawah harga ketetapan dan telur berada tepat di titik harga pemerintah,” tambahnya.
Melalui GPM ini, pemerintah berharap beban ekonomi masyarakat dapat teringankan sekaligus menjadi instrumen efektif dalam menekan angka inflasi daerah di tengah meningkatnya konsumsi rumah tangga selama bulan puasa.(ryn)



