Minggu, 29 Maret 2026
BerandaDaerahKawal Aspirasi Warga, DPRD Magetan Sodorkan 915 Pokir dalam Musrenbang RKPD 2027

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Magetan Sodorkan 915 Pokir dalam Musrenbang RKPD 2027

-

Magetan,seputarjatim.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menunjukkan komitmennya dalam mengawal pembangunan daerah yang berbasis kebutuhan akar rumput. Dalam gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Pendapa Surya Graha, Kamis (26/3/2026), legislatif resmi menyodorkan 915 Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) kepada Pemerintah Kabupaten Magetan.

Ketua DPRD Magetan, Suratno, menegaskan bahwa ratusan usulan tersebut merupakan hasil kristalisasi aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses, rapat dengar pendapat (RDP), hingga peninjauan langsung di lapangan.

“Total ada 915 usulan yang kami kawal. Ini bukan formalitas, melainkan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah pemilihan (dapil) yang kami harapkan bisa bersinergi dengan RKPD 2027,” ujar Suratno.

Pokir yang disampaikan mencakup spektrum yang luas, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga penguatan ekonomi melalui UMKM. Sektor pertanian, pariwisata, dan penataan kawasan permukiman juga menjadi sorotan utama guna menjembatani ketimpangan pembangunan antara desa dan kota.

Namun, Suratno mengakui adanya tantangan finansial yang membayangi, seperti penurunan alokasi dana desa dan keterbatasan anggaran daerah. Hal ini menuntut eksekutif untuk lebih jeli dalam menetapkan skala prioritas.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan desa meski di tengah keterbatasan fiskal,” imbuhnya.

Selain menyodorkan usulan pembangunan fisik, DPRD juga mendorong langkah konkret untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani rakyat dengan kenaikan pajak. Fokus utamanya adalah menutup celah kebocoran pendapatan melalui digitalisasi.

Beberapa potensi yang disorot antara lain, Penerapan e-ticketing di objek wisata Sarangan, Perbaikan sistem parkir dan manajemen pajak hotel/restoran, Penguatan konektivitas antarwilayah, termasuk usulan trayek Damri rute Ngawi–Bojonegoro–Sarangan.

Menurut Suratno, akses transportasi yang terintegrasi akan memperluas pasar bagi produk hortikultura Magetan dan menghidupkan ekonomi di sekitar sepuluh pasar kecamatan yang ada.

Di akhir penyampaiannya, Suratno menekankan bahwa Musrenbang tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial belaka. Forum ini harus menjadi ruang uji publik yang substantif untuk menyempurnakan perencanaan daerah.

“Di sini kita menyamakan persepsi dan menyepakati langkah strategis demi mewujudkan Magetan yang lebih maju dan sejahtera di tahun 2027 mendatang,” pungkasnya.(ryn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti

Berita Terbaru