Magetan,seputarjatim.co.id – Teka-teki mengenai kelanjutan kepemimpinan di Desa Taji, Kecamatan Karas, akhirnya terjawab. Sigit Supriyadi, yang akrab disapa Mbah Kades, secara resmi membatalkan niatnya untuk menanggalkan jabatan sebagai Kepala Desa Taji. Keputusan ini diambil setelah gelombang desakan dari perangkat desa, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat meminta dirinya tetap memimpin.
Pada Rabu (7/1/2026), Sigit menandatangani surat pencabutan pengunduran diri di atas materai. Langkah hukum ini menjadi titik balik setelah sebelumnya ia sempat melayangkan surat pengunduran diri kepada Bupati Magetan pada 19 Desember 2025 lalu.
Dalam keterangan tertulisnya, Sigit mengungkapkan bahwa keputusannya bertahan didasari oleh hasil musyawarah panjang dengan berbagai elemen masyarakat. Perangkat Desa dan Lembaga Desa menyatakan masih menaruh kepercayaan penuh kepadanya untuk menuntaskan masa bakti.
“Berdasarkan dukungan dari berbagai pihak dan beberapa kali musyawarah, mereka masih menghendaki saya mengemban amanah sebagai Kepala Desa Taji hingga akhir masa jabatan tahun 2027,” tulis Sigit dalam surat resminya.
Ia berharap, kembalinya ia ke kursi kepemimpinan dapat membawa kemaslahatan dan berkah bagi seluruh warga Desa Taji.
Sinyal pembatalan mundurnya Sigit sebenarnya sudah menguat sejak pertemuan di Balai Desa Taji pada Senin (22/12/2025). Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Karas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga jajaran Ketua RW.
Sekretaris Desa Taji, Sugeng Riyadi, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keresahan mereka. Menurutnya, mayoritas konstituen tidak menginginkan adanya pergantian pemimpin di tengah jalan.
“Hasil musyawarah terakhir mengonfirmasi adanya permintaan kuat dari masyarakat. Warga sangat berharap Mbah Kades (Sigit Supriyadi) mengurungkan niatnya dan tetap memimpin desa,” ujar Sugeng.
Keputusan Sigit untuk mencabut surat pengunduran diri ini sekaligus mengakhiri spekulasi dan keterkejutan publik. Sebelumnya, aksi pengunduran diri yang dilakukan secara mendadak sempat memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat Magetan.
Dengan kembalinya Sigit secara penuh, roda pemerintahan di Desa Taji dipastikan kembali stabil guna menjalankan program-program pembangunan yang telah direncanakan hingga tahun 2027 mendatang.(ryn)



